SURABAYA - Layanan primadona warga Jawa Timur, Bus Trans Jatim, kini tengah dihujani kritik tajam. Bukan soal kenyamanan fasilitasnya, melainkan perilaku mengemudi sejumlah sopir yang dinilai ugal-ugalan hingga memicu keresahan pengguna jalan.
Rentetan insiden mulai dari protes viral akun @ernestDiandaru di Gresik hingga aksi nekat oknum ASN Pemkab Gresik yang melempar batu ke kaca bus, menjadi bukti nyata puncak kekesalan publik. Menanggapi polemik ini, tim portaljtv.com terjun langsung ke Halte Terminal Purabaya (Bungurasih) untuk melakukan survei acak terhadap 30 calon penumpang.
Hasilnya cukup mengejutkan. Sebanyak 46 persen responden mengaku masih kerap menjumpai perilaku mengemudi yang membahayakan, terutama saat bus melaju di jalur bebas hambatan.
"Beberapa ugal-ugalan, apalagi kalau sudah masuk jalan tol. Saya bahkan pernah melihat sopir yang emosi sampai keluar bus," ungkap Kayla, salah satu penumpang setia. Senada dengan itu, penumpang lain mengaku sempat menegur kru bus karena kecepatannya yang di luar batas. "Pernah ngebut banget sampai saya bilang, ini bawa manusia loh, bukan bawa sapi!"
Meski begitu, fenomena ini diduga tidak muncul tanpa sebab. Amir, penumpang lainnya, menilai aksi ngebut ini dipicu oleh tekanan target waktu. "Mungkin karena mengejar jadwal tiba di tiap halte, apalagi ini kan bus subsidi yang dituntut selalu tepat waktu," ujarnya.
Di sisi lain, harapan muncul dari 54 persen responden yang merasa layanan kini mulai berbenah. Maulana, salah satu penumpang, merasakan adanya perubahan positif pasca banyaknya kritikan yang viral. "Dulu sempat parah, tapi sepertinya setelah ditegur sekarang jadi lebih terkontrol dan kecepatannya sudah sesuai standar," katanya.
Menanggapi rapor merah dari sebagian penumpang ini, Kabid Angkutan Jalan Dishub Jatim, Ainur Rofiq, mengeluarkan peringatan keras. Ia menegaskan tidak akan menoleransi segala bentuk pelanggaran yang membahayakan nyawa di jalan raya.
"Kami memberikan peringatan keras dan mengimbau seluruh operator untuk selalu tertib berlalu lintas. Keselamatan penumpang adalah prioritas utama kami, tidak ada kompromi untuk itu," tegas Ainur Rofiq, merujuk pada evaluasi total pasca insiden pelemparan batu di Gresik baru-baru ini. (Dea Angelina)
Editor : Iwan Iwe



















