JEMBER - Berangkat dari banyaknya limbah ampas kopi yang belum termanfaatkan, mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Jember mencoba mengolahnya menjadi produk inovatif.
Ampas kopi yang telah dikeringkan dan disterilkan diolah menjadi seduhan, kemudian difermentasi menggunakan jamur SCOBY selama sekitar tujuh hari.
Hasil fermentasi tersebut dikembangkan menjadi kombucha ampas kopi yang diarahkan sebagai bahan obat kumur untuk membantu menjaga kebersihan rongga mulut, khususnya bagi lansia.
Inovasi ini berangkat dari persoalan kesehatan gigi dan mulut pada lansia, yang salah satunya dipengaruhi oleh menurunnya produksi air liur. Kondisi tersebut menyebabkan proses pembersihan alami rongga mulut menjadi berkurang.
Tak hanya memanfaatkan ampas kopi, mahasiswa juga mengembangkan sistem akuaponik. Sistem ini memadukan budidaya ikan lele dan tanaman pakcoy sebagai upaya menghasilkan sumber protein dan sayuran secara mandiri.
Dua inovasi tersebut menjadi bagian dari Sugih Pace, program pemberdayaan masyarakat yang memadukan kompetensi mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi dan Fakultas Pertanian Universitas Jember.
Meski menjanjikan, kombucha ampas kopi saat ini masih dalam tahap pengembangan. Mahasiswa akan melakukan pengujian laboratorium serta memastikan aspek keamanan dan perizinan sebelum produk tersebut dikembangkan secara komersial.
Inovasi mahasiswa ini menunjukkan bahwa limbah ampas kopi yang selama ini dianggap tidak bernilai berpeluang dikembangkan menjadi produk yang bermanfaat bagi kesehatan. Selain menjawab persoalan lingkungan, inovasi tersebut juga dibidik untuk membuka nilai ekonomi baru dari potensi lokal desa.
Editor : JTV Jember



















