Kalau mendengar Tewel atau Nangka Muda, anda terbayang apa? Pasti terbayangnya sayur lodeh atau gudeg. Tewel ternyata bisa digunakan sebagai campuran bahan makanan alternative yang lebih ekonomis seperti Bakso, Mi Ayam Bakso, Capcay Bakso Tewel. Pada hari Kamis tanggal 19 Agustus 2026, Tim PKM dari Univeritas Airlangga, didanai oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi melalui Program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat tahun Anggaran 2026 dengan Nomor Kontrak 1493/B/DST/UN3.LPMB/PM.01.01/2026, mendatangi lokasi usaha Warung Bu Ulfa di Jalan Kedung Tarukan No.92, Kecamatan Tambaksari atas undangan ibu Marliyah Ulfa yang baru saja praktik membuat bakso tewel untuk ketiga kalinya.
Siapa sangka Bu Ulfa, pemilik warung makan sederhana mampu berkreasi dalam membuat aneka olahan bakso tewel. Hasil praktika ini, daging bakso tewel lebih padat dan kenyal karena saat mencincang tewel dan dada ayam tidak sepenuhnya halus dan campuran bawang goreng yang dihaluskan. Berbeda dengan hasil praktek ke 2 yang dilakukan pada tanggal 26 Juli 2027 yang lalu, hasil olahan bakso tewel bu Ulfa sedikit lembek sehingga tidak seperti bakso yang umumnya kenyal dan bertekstur. Pada percobaan ke 2 Bu Ulfa membuat Mie Bakso.
Apa yang dilakukan oleh Bu Ulfa adalah sebagai tindak lanjut dari Workshop Cullinary Innovation for MUKM yang diadakan pada tanggal 20 Juli 2026, dimana bu Ulfa beserta 12 orang mendapatkan keterampilan membuat Bakso dari Nangka Muda. Dengan pembicara Chef. Achmad Zainudin. Menurut Chef Zainudin. Nangka muda diyakini tinggi serat dan teksturnya mirip ayam atau babi, sehingga bisa berfungsi sebagai bakso yang tinggi serat dengan biaya produksi yang hemat sekitr 40% dari biaya produksi bakso yang full daging ayam atau daging sapi.
Capaian bu Ulfa dalam membuat variasi menu ini, merupakan satu luaran dari Program PKM yang berjudul PKM Peningkatan Kapasitas Produksi dan baranding Warung Makan Bu Ulfa Sebagai Strategi Penguatan Bisnis Wirausaha. Capaian lain adalah warung Bu Ulfa saat ini sudah terdaftar di Google Maps, sudah melayani QRIS, dan bu Ulfa sudah mulai rajin mengupload informasi di status WA. Utuk Branding, warung Bulfa setelah hampi 3 bulan mendapatkan pendampingan saat ini terlah memiliki branding berupa logo, bungkus nasi berlogo, gelas minum berlogo, taplak meja , kardus nasi kotak. Menurut Ketu Tim Pelaksana, program ini memberikan bekal pada bu Ulfa untuk dapat mengembangkan usahanya lebih profesional sehingga dapat meningkakan pendapatan.
Editor : Iwan Iwe

















