SURABAYA - Seleksi Luring menjadi tahap akhir dari rangkaian seleksi Pertukaran Pemuda Antar Negara (PPAN) Jawa Timur 2026 yang diselenggarakan oleh Purna Caraka Muda Indonesia (PCMI) Jawa Timur pada Minggu, 13 September 2026 di Gedung Dispora Jawa Timur, Surabaya. Didukung oleh Dinas Kepemudaan dan Keolahragaan (Dispora) Jawa Timur, rangkaian seleksi ini bertujuan untuk menyaring 3 dari 40 delegasi pemuda dari berbagai kota dan kabupaten Jawa Timur, yang akan mengikuti seleksi nasional untuk diberangkatkan pada program Ship for Southeast Asian and Japanese Youth Program (SSEAYP) untuk delegasi laki-laki, dan Australia Indonesia Youth Exchange Program (AIYEP) untuk delegasi perempuan.
Program tahun ini menjadi salah satu kunci kerjasama bilateral antara Indonesia dengan negara yang dituju, yaitu Jepang dan Australia dalam pertukaran sosial dan budaya. 20 kandidat perempuan dan 20 kandidat laki-laki diseleksi melalui lapisan kegiatan sebagai sarana untuk menyaring pemuda yang sesuai dengan visi dan misi PCMI sebagai representasi Indonesia dan untuk memberikan gambaran secara umum pada para kandidat tentang bagaimana tujuan, budaya, dan keorganisasian yang terkandung dalam program PPAN ini.
Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, seleksi luring tahun ini hanya dilaksanakan selama satu hari. Mulai dari kuis secara individu dan kelompok untuk mengukur pengetahuan umum dan wawasan kebangsaan, serta kemampuan kerja sama tim; penampilan bakat dan minat budaya kreatif untuk mengukur kemampuan memperkenalkan identitas budaya pada negara yang dituju; elevator pitch untuk menunjukkan kemampuan kandidat untuk berkontribusi pada masyarakat; forum group discussion sebagai alat ukur kemampuan membangun opini konkrit khususnya tentang pembangunan di Indonesia; serta sudden speech sebagai alat ukur kemampuan berbahasa inggris kandidat.

PCMI Jawa Timur mempercayakan para alumni sebagai juri untuk menyeleksi kandidat-kandidat yang sesuai dengan visi dan misi program yang dilaksanakan tiap tahunnya. Tema dari PPAN tahun ini adalah “HUMAN”, yang bertujuan untuk mencari kandidat yang: (H)umble, (U)npretentious, (M)indful, (A)uthentic, dan (N)on-attached, yang berfokus mencari kandidat yang memiliki nilai kemanusiaan serta otentisitas atau keaslian dalam dirinya sendiri di tengah maraknya masyarakat yang berfokus untuk berlomba-lomba memberikan performa terbaik dalam rangka menunjukkan kelayakan diri.
“Di dunia yang semuanya ini serba kompetisi, serba menunjukkan eksistensinya, personal brandingnya, kembali lagi, yang mereka cari itu apa, sih? Ternyata siapa yang dengan semua kompetisi dan kompetensi yang ada, yang ternyata masih punya value dan nilai yang tertanam di dalam dirinya, bukan? Yang tetap menjadi grounded, bisa menjadi dirinya sendiri, dan menjadi human,” jelas Zahra, Ketua Pelaksana PPAN Jawa Timur 2026, tentang harapan output dari program PPAN tahun ini.

Di akhir kegiatan, kandidat diberi materi yang berkaitan dengan tema PPAN tahun ini, tentang bagaimana mereka dapat meng-habituasi refleksi diri sendiri serta menetapkan tujuan dan bagaimana cara mencapai tujuan tersebut. Kandidat diajak untuk belajar menormalisasi proses dan progres dan tidak hanya berfokus pada hasil saja. Hal ini akan menjadi bekal yang kuat untuk kandidat ketika berangkat menjadi delegasi dalam program SSYEAP dan AIYEP tahun ini.
Editor : Iwan Iwe



















