Menu
Pencarian


Tren Edit Foto ala 80-an dengan ChatGPT, Ini Sisi Minus yang Perlu Diperhatikan

Portaljtv.com - Senin, 14 September 2026 14:09
Tren Edit Foto ala 80-an dengan ChatGPT, Ini Sisi Minus yang Perlu Diperhatikan
Tren Edit Foto ala 80-an dengan ChatGPT (Foto: CNBC Indonesia)

Tren mengubah foto menjadi bergaya tahun 1980-an menggunakan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) tengah menarik perhatian pengguna media sosial. Dengan mengunggah foto dan memberikan instruksi tertentu, pengguna dapat menghasilkan gambar dengan nuansa retro, mulai dari pakaian, gaya rambut, latar tempat hingga karakteristik foto analog.

Tren tersebut memang menawarkan cara baru untuk berekspresi dan membuat foto terlihat unik. Namun, di balik hasil gambar yang menarik, penggunaan AI untuk mengedit foto juga memiliki sejumlah hal yang perlu diperhatikan. Terutama ketika foto pribadi diunggah ke layanan digital dan kemudian dibagikan kembali di media sosial.

Risiko Privasi Foto Pribadi

Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah privasi. Ketika seseorang mengunggah foto ke layanan berbasis AI, pengguna perlu memahami bagaimana layanan tersebut menangani data dan konten yang diberikan.

Baca Juga :   Di Balik Canggihnya AI, Ada Ancaman Krisis Air Bersih

Foto pribadi, terutama foto yang menampilkan wajah dengan jelas, merupakan informasi visual yang sebaiknya tidak dibagikan sembarangan. Karena itu, pengguna perlu membaca kebijakan privasi dari layanan yang digunakan dan memahami pengaturan terkait penyimpanan maupun penggunaan data.

Sebaiknya hindari mengunggah foto yang mengandung informasi sensitif, seperti kartu identitas, dokumen pribadi, alamat rumah, nomor telepon, atau informasi lain yang dapat mengungkap data pribadi.

Hasil AI Tidak Selalu Akurat

Selain persoalan privasi, hasil edit AI juga tidak selalu sesuai dengan foto asli. AI dapat mengubah detail tertentu, seperti bentuk wajah, tangan, aksesori, pakaian, maupun latar belakang.

Pada beberapa kondisi, perubahan tersebut mungkin terlihat kecil. Namun, jika pengguna menginginkan hasil yang tetap mempertahankan identitas dan karakteristik asli seseorang, hasil gambar perlu diperiksa kembali sebelum digunakan atau dibagikan.

Pengguna juga perlu menyadari bahwa gambar yang terlihat realistis belum tentu menggambarkan keadaan yang sebenarnya. Foto hasil AI merupakan gambar yang telah dimodifikasi dan bukan dokumentasi asli dari suatu peristiwa.

Bisa Membuat Foto Terlihat Seolah-olah Asli

Kemampuan AI menghasilkan gambar yang semakin realistis juga dapat menimbulkan persoalan lain. Foto yang sudah diedit terkadang sulit dibedakan dari foto asli, terutama jika orang yang melihatnya tidak mengetahui bahwa gambar tersebut dibuat atau dimodifikasi menggunakan AI.

Jika foto dibagikan di media sosial, sebaiknya pengguna memberikan konteks bahwa gambar tersebut merupakan hasil pengeditan AI. Hal ini penting agar orang lain tidak salah memahami gambar sebagai dokumentasi nyata.

Tren foto ala 80-an sebenarnya dapat menjadi aktivitas kreatif yang menyenangkan. Namun, penggunaan AI sebaiknya tetap dilakukan secara bijak. Tidak semua foto perlu diubah menggunakan AI, terlebih jika proses tersebut membuat seseorang terlalu bergantung pada teknologi untuk menghasilkan tampilan tertentu.

Pengguna juga dapat mempertimbangkan aspek etika ketika menggunakan foto milik orang lain. Sebaiknya jangan mengedit atau menyebarkan foto orang lain tanpa izin, terutama jika hasil edit tersebut mengubah penampilan atau konteks foto secara signifikan.

Tren edit foto ala 80-an pada akhirnya menunjukkan bahwa perkembangan AI memberikan semakin banyak pilihan untuk berkreasi. Meski menarik untuk dicoba, pengguna tetap perlu mempertimbangkan privasi, keakuratan hasil, dan konteks sebelum mengunggah foto. Dengan begitu, teknologi AI dapat dimanfaatkan sebagai sarana kreativitas tanpa mengabaikan keamanan dan tanggung jawab dalam menggunakannya. (Naswa Thalita Zada)

Editor : Iwan Iwe






Berita Lain



Berlangganan Newsletter

Berlangganan untuk mendapatkan berita-berita menarik dari PortalJTV.Com.

    Cek di folder inbox atau folder spam. Berhenti berlangganan kapan saja.