KOTA MALANG - Portaljtv.com – Universitas Brawijaya (UB) menggelar kegiatan pembekalan bagi para penerima beasiswa Dana Abadi UB. Acara yang berlangsung di Ruang Sidang Lantai 8 Gedung Rektorat UB pada Sabtu (22/8/2026) ini diikuti oleh 63 mahasiswa.

Kegiatan yang secara resmi dibuka oleh Direktur Dana Abadi Universitas Brawijaya, Ir. Achmad Wicaksono, M.Eng., Ph.D., IPU., yang menyebut, kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mendalam mengenai program Dana Abadi sekaligus meningkatkan kapasitas diri (capacity building) para awardee. Acara ini merupakan bagian dari komitmen UB dalam mendukung mahasiswa berprestasi dari keluarga kurang mampu secara ekonomi .
"Ya betul, jadi hari ini kita melakukan pembekalan terhadap awardee penerima beasiswa dana abadi. Dari yang sebelumnya ada 61 mahasiswa dan yang baru ada 63 mahasiswa untuk mendapatkan pembekalan," ujar Achmad Wicaksono saat ditemui di sela-sela acara.
Direktur Dana Abadi UB menjelaskan bahwa program beasiswa ini memberikan bantuan berupa pembayaran penuh Uang Kuliah Tunggal (UKT) sesuai ketetapan serta biaya hidup (living cost) sebesar Rp800.000 per bulan yang diberikan hingga semester 8. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban finansial mahasiswa agar mereka dapat fokus menyelesaikan studi.
"Ya terutama kan kita memberikan biaya UKT ya sebesar yang sudah ditentukan untuk mereka dan berikutnya juga kami memberikan living cost sesuai dengan aturan yang ada. Setiap bulan kami memberikan beasiswa Rp800.000 untuk living cost, sampai di semester 8 mereka akan menerima," jelasnya.

Meskipun diperuntukkan bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu, program ini menetapkan standar akademik yang tinggi. Para penerima diwajibkan mempertahankan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,00 hingga lulus sebagai syarat kelanjutan penerimaan beasiswa .
Lebih dari sekadar bantuan finansial, kegiatan pembekalan ini dirancang untuk mengasah keterampilan non-akademik para mahasiswa. Materi yang disampaikan mencakup kepemimpinan, kemampuan komunikasi, dan literasi keuangan.
"Tujuannya untuk kegiatan-kegiatan ini apa Pak? Ya tentunya untuk meningkatkan kapasitas building mereka, jadi soft skill mereka, terutama kemampuan leadership, komunikasi, itu tadi yang sudah disampaikan juga dari beberapa narasumber tentang kepemimpinan, tentang kemampuan komunikasi, dan lain sebagainya," terang Achmad Wicaksono.
Kegiatan ini juga menjadi ajang pengenalan bagi penerima baru agar mereka memahami mekanisme dan manfaat Dana Abadi, termasuk konsekuensi jika tidak mempertahankan prestasi akademik. Selain itu, para awardee dibekali dengan wadah komunikasi melalui grup WhatsApp untuk berbagi gagasan dan informasi.
"Betul, jadi kami punya wadah yang komunikasinya melalui WhatsApp gitu ya, untuk mereka bisa berkumpul di sana menyampaikan kegagasan-kegagasan. Mungkin kita juga mengundang mereka dan memberikan kegiatan-kegiatan seperti hari ini, pembekalan yang akan bermanfaat untuk menemukan mereka pada wadah yang kita bangun," tambahnya.

Salah satu alumni penerima Dana Abadi UB, M. Arfan Nur, turut berbagi pengalaman mengenai proses seleksi yang ketat serta manfaat yang dirasakannya. Ia mengungkapkan bahwa persaingan untuk mendapatkan beasiswa ini sangat kompetitif, dengan penilaian yang mencakup pengalaman organisasi dan prestasi.
"Pada saat seleksi memang ketat sekali karena di saat itu saya melihat beberapa pendaftaran administrasinya di antaranya adalah pengalaman organisasi, kemudian prestasi dan sebagainya. Namun pada saat sebelumnya memang saya sudah memiliki pengalaman-pengalaman yang lain dan juga penjuaraan di antaranya adalah dua organisasi dalam dua tahun, saya menjabat sebagai PPE, kemudian saya juga aktif mengikuti kejuaraan prestasi di tingkat nasional dan internasional dalam hal ini adalah LKTI," cerita Arfan.
Menurutnya, bantuan finansial yang diterima sangat berarti dalam menunjang pendidikannya. "Untuk bermanfaatnya sendiri adalah saya mendapat bantuan finansial diantaranya adalah dalam hal ini UKT penuh serta living cost yang mana itu sangat membantu sekali dalam pendidikan saya yang tidak bisa dikatakan murah sehingga pada saat saya mendapatkan biaya seperti itu saya bisa maksimalkan dengan baik seperti membeli buku ataupun menabung, juga untuk mencoba-coba hal baru seperti mengikuti les dan sebagainya," ungkapnya.
Arfan yang kini telah lulus dan menempuh pendidikan Profesi Apoteker, berharap dapat bergabung dengan komunitas alumni penerima Dana Abadi UB untuk terus berkontribusi bagi kampus dan para penerima beasiswa selanjutnya.
Kegiatan pembekalan ini sejalan dengan upaya berkelanjutan Universitas Brawijaya dalam menyiapkan mahasiswa tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga adaptif dan siap menghadapi dinamika dunia kerja melalui penguatan soft skill dan jejaring.(Ali)
Editor : JTV Malang



















