SURABAYA - Kota Surabaya tidak hanya terkenal dengan kuliner khasnya yang melegenda, tetapi juga kemeriahan tradisinya saat menyambut bulan suci Ramadan. Mulai dari anak muda hingga keluarga, warga Surabaya selalu antusias berbondong-bondong berburu takjil menjelang waktu berbuka puasa.
Bagi Anda yang sedang berada di Kota Pahlawan, berikut adalah empat rekomendasi tempat berburu takjil yang wajib dikunjungi:
1. Kawasan Karangmenjangan
Kawasan Karangmenjangan menjadi salah satu tempat favorit masyarakat Surabaya untuk mencari menu berbuka. Setiap sore, kawasan ini dipadati pedagang kaki lima yang menawarkan aneka jajanan seperti gorengan, dimsum, persatean, donat, hingga beragam minuman segar. Harganya pun sangat ramah di kantong, sehingga tidak heran jika lokasi ini selalu diserbu mahasiswa karena letaknya yang berdekatan dengan area kampus.
2. Kawasan Kodam V Brawijaya
Tak jauh berbeda dengan Karangmenjangan, kawasan Kodam V Brawijaya juga merupakan pusat takjil yang tidak pernah sepi. Di sini, pilihan menu jauh lebih beragam; mulai dari makanan tradisional seperti lontong balap dan tahu tek, hingga jajanan modern seperti sosis bakar dan kebab. Suasananya yang semarak membuat Kodam Brawijaya menjadi tempat yang cocok untuk ngabuburit sambil menunggu kumandang azan Magrib.
3. Kawasan Jalan Tunjungan
Bagi Anda yang menyukai suasana estetik, Jalan Tunjungan adalah pilihan yang tepat. Selain berburu takjil, pengunjung bisa menikmati keindahan arsitektur kota tua Surabaya dengan lampu-lampu ikonik yang mulai menyala menjelang malam. Pedagang di sini menjual berbagai makanan ringan hingga minuman kekinian yang tengah viral di media sosial.
4. Kawasan Masjid Nasional Al-Akbar
Sekitar area Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya juga menjadi destinasi favorit menjelang berbuka puasa. Banyak pedagang menyediakan menu takjil dengan harga terjangkau. Kelebihannya, setelah membeli takjil, pengunjung bisa langsung melaksanakan salat Magrib berjemaah dan berbuka di area masjid yang nyaman dan asri.
Momen berburu takjil di Surabaya bukan sekadar soal mengisi perut, tetapi juga tentang merayakan kebersamaan. Ngabuburit menjadi ruang sosial bagi masyarakat untuk melakukan kegiatan positif sambil menunggu waktu berbuka. (Cahya Fitra)
Editor : Iwan Iwe



















