Tim KKN-PKL Prodi D-IV Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Departemen Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan, Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA) dalam rangkaian kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat Desa Binaan melaksanakan kegiatan edukasi kesiapsiagaan bencana kebakaran kepada siswa-siswi MA Al-Fattah Banyuurip, Kecamatan Ujungpangkah, Kabupaten Gresik, pada Selasa, 9 Juni 2026. Kegiatan yang mengangkat tema “Mewujudkan Sekolah Siaga Bencana Kebakaran melalui Edukasi APAR dan APAT” ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, serta keterampilan siswa-siswi dalam melakukan pencegahan dan penanganan awal terhadap potensi bahaya kebakaran di lingkungan sekolah.
Melalui kegiatan ini, Tim KKN-PKL Prodi D-IV K3 UNUSA tidak hanya memberikan pemahaman secara teori, tetapi juga mengajak siswa-siswi untuk melakukan praktikum secara langsung sebagai bentuk penerapan budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Edukasi ini diharapkan mampu meningkatkan kesiapan siswa-siswi dalam menghadapi kondisi darurat kebakaran secara tepat dan aman. Dalam pelaksanaan kegiatan, Tim KKN-PKL K3 UNUSA menyampaikan materi mengenai kesiapsiagaan bencana kebakaran, mulai dari pengenalan potensi penyebab kebakaran, upaya pencegahan kebakaran, tindakan awal saat terjadi kebakaran, hingga pentingnya pemahaman mengenai keselamatan diri ketika menghadapi kondisi darurat kebakaran.
Selain penyampaian materi, siswa-siswi MA Al-Fattah Banyuurip juga mendapatkan pembekalan mengenai Alat Pemadam Api Ringan (APAR) dan Alat Pemadam Api Tradisional (APAT). Edukasi APAR diberikan untuk mengenalkan fungsi alat pemadam, jenis-jenis APAR, serta tata cara penggunaan APAR yang benar sebagai upaya penanganan awal apabila terjadi kebakaran berskala kecil. Sementara itu, pengenalan Alat Pemadam Api Tradisional (APAT) diberikan sebagai alternatif pengetahuan mengenai metode pemadaman sederhana dengan memanfaatkan alat atau bahan yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar. Melalui edukasi ini, siswa-siswi diberikan pemahaman bahwa tindakan awal yang tepat dapat membantu mengendalikan kebakaran sebelum mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Setelah mendapatkan penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan praktikum penggunaan APAR dan APAT. Dalam sesi praktikum tersebut, siswa-siswi diberikan kesempatan untuk mencoba secara langsung tahapan penggunaan alat pemadam, mulai dari persiapan alat, cara pengoperasian, hingga teknik pemadaman api yang aman dan tepat. Kegiatan praktikum ini bertujuan agar siswa-siswi tidak hanya memahami konsep kesiapsiagaan kebakaran secara teori, tetapi juga memiliki pengalaman langsung dalam melakukan tindakan awal apabila menghadapi kondisi darurat kebakaran.
Antusiasme tidak hanya ditunjukkan oleh siswa-siswi MA Al-Fattah Banyuurip selama kegiatan berlangsung, tetapi juga mendapatkan dukungan penuh dari kepala sekolah dan para guru. Kepala sekolah beserta para guru menyambut baik kegiatan edukasi kesiapsiagaan bencana kebakaran ini sebagai langkah positif dalam meningkatkan pemahaman keselamatan serta menciptakan lingkungan sekolah yang lebih aman.
Siswa-siswi aktif mengikuti penyampaian materi, berdiskusi, serta berpartisipasi dalam praktikum penggunaan APAR dan APAT yang diberikan oleh Tim KKN-PKL Prodi D-IV K3 UNUSA. Sementara itu, kepala sekolah dan guru turut mendukung pelaksanaan kegiatan karena edukasi mengenai keselamatan kebakaran dinilai penting untuk membekali siswa-siswi dalam menghadapi keadaan darurat kebakaran.
Kegiatan ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 4 yaitu Pendidikan Berkualitas (Quality Education) melalui peningkatan pengetahuan dan keterampilan siswa dalam bidang keselamatan serta kesiapsiagaan bencana. Selain itu, kegiatan ini turut mendukung Tujuan yaitu Kehidupan Sehat dan Sejahtera (Good Health and Well-Being) melalui upaya peningkatan kesadaran dan kemampuan siswa dalam mencegah serta menangani keadaan darurat kebakaran secara tepat. Edukasi dan praktikum penggunaan APAR dan APAT yang diberikan menjadi bagian dari upaya promotif dan preventif untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman, sehat, dan mendukung kesejahteraan seluruh warga sekolah.
Melalui kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat Desa Binaan, Tim KKN-PKL Prodi D-IV Keselamatan dan Kesehatan Kerja UNUSA berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam membangun budaya keselamatan di lingkungan pendidikan. Edukasi dan praktikum yang diberikan menjadi salah satu langkah dalam mewujudkan MA Al-Fattah Banyuurip sebagai sekolah yang siaga terhadap bencana kebakaran. Dengan adanya kegiatan ini, siswa-siswi tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga diharapkan mampu menjadi generasi yang memiliki kepedulian terhadap keselamatan diri serta mampu mengambil tindakan awal yang tepat ketika menghadapi potensi bahaya kebakaran.



















