SIDOARJO - Bertepatan dengan peringatan HUT Kabupaten Sidoarjo ke-167, Sabtu (31/1/2026), Alun-Alun Sidoarjo secara resmi dibuka kembali untuk publik. Setelah melalui proses revitalisasi besar-besaran dengan anggaran mencapai Rp 24,6 miliar, ruang terbuka hijau ini kini bertransformasi menjadi pusat aktivitas warga yang jauh lebih modern dan fungsional.
Peresmian yang dilakukan oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Sidoarjo ini menjadi jawaban atas penantian warga yang mendambakan ruang publik kelas dunia. Fokus utama dari pembangunan ini adalah penyediaan fasilitas yang komprehensif untuk berbagai kalangan usia.
Fasilitas Unggulan: Dari Amphitheater hingga Ruang Baca
Alun-Alun Jayandaru kini tidak hanya sekadar taman kota. Revitalisasi ini menghadirkan beragam fasilitas baru yang dapat dinikmati secara gratis oleh masyarakat, di antaranya:
- Dua Amphitheater: Area ini disiapkan sebagai wadah kreativitas anak muda dan komunitas seni di Sidoarjo untuk menggelar pertunjukan terbuka.
- Zona Ramah Anak: Tersedia taman bermain khusus yang aman untuk aktivitas luar ruangan.
- Konektivitas Digital: Akses WiFi gratis kini tersedia di seluruh area untuk mendukung produktivitas warga di ruang terbuka.
- Fasilitas Sosial & Edukasi: Tersedia ruang baca bagi pecinta literasi, pusat informasi pariwisata, hingga pojok pelayanan kesehatan.
- Kenyamanan Pengunjung: Penambahan kursi taman yang ergonomis serta tata letak area yang lebih rapi membuat pengunjung betah berlama-lama.
Bupati Sidoarjo, Subandi, menyampaikan rasa bangganya atas rampungnya proyek ini. Ia menegaskan bahwa Alun-Alun Jayandaru kini telah menjadi ruang publik modern yang sangat layak dimanfaatkan warga untuk bersantai maupun berinteraksi sosial.
Keamanan dan Masukan dari Masyarakat
Fasilitas keamanan juga menjadi prioritas. Kini, setiap sudut Alun-Alun telah dipasangi kamera CCTV yang aktif 24 jam. Langkah ini diambil untuk menjamin rasa aman bagi pengunjung, terutama bagi keluarga yang membawa anak kecil.
Meski tampil memukau, sejumlah warga tetap memberikan masukan konstruktif. Naufal, salah satu pengunjung, menyarankan adanya penambahan pohon peneduh agar suasana tidak terasa gersang. "Pembangunannya sudah bagus, tapi harapannya bisa lebih rindang lagi seperti dulu agar tidak terasa panas saat siang hari," ujarnya.
Senada dengan hal itu, warga lainnya, Kasri, berharap peresmian wajah baru alun-alun ini menjadi momentum bagi Pemerintah Kabupaten Sidoarjo untuk lebih memperketat masalah kebersihan lingkungan di masa mendatang.
Harapannya, transformasi Alun-Alun ini tidak hanya menjadi simbol perayaan ulang tahun kabupaten, tetapi juga menjadi bukti nyata upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas hidup warga Sidoarjo melalui fasilitas umum yang berkualitas. (Cahya Fitra)
Editor : Iwan Iwe



















