SURABAYA - Lomba Kampung Pancasila di Kota Surabaya kembali digelar setelah sempat vakum selama dua tahun. Kembalinya kompetisi antarkampung ini mendapat apresiasi dari para juri karena dinilai mampu membangkitkan semangat gotong royong sekaligus mendorong partisipasi masyarakat dalam meningkatkan kualitas lingkungan dan kehidupan sosial.
Salah satu juri Lomba Kampung Pancasila yang juga pegiat lingkungan, Wawan Some, mengaku terkesan dengan antusiasme warga dalam mempersiapkan kampung masing-masing. Menurutnya, berbagai perubahan dan persiapan yang dilakukan masyarakat menunjukkan bahwa lomba ini mendapat sambutan positif.
"Lomba Kampung Pancasila ini menurut saya sesuatu yang sangat positif, karena kita tahu lomba kampung di Surabaya sempat berhenti dua tahun. Tahun ini jadi sesuatu yang bagus. Saya melihat perkembangan persiapan warga dan kampung untuk mengikuti lomba ini sangat-sangat luar biasa, mereka sangat antusias," ujar Wawan.
Ia menilai, perkembangan tahun ini tidak hanya terlihat pada aspek lingkungan dan ekonomi yang sebelumnya sudah berjalan, tetapi juga mulai merambah pilar sosial dan kemasyarakatan.
Baca Juga : DLH Surabaya Siapkan 10 Tim Juri untuk Penilaian Lomba Kampung Pancasila 2026, Dimulai 9 November 2026
Hal tersebut terlihat dari upaya warga menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman melalui penguatan sistem keamanan lingkungan (siskamling). Selain itu, masyarakat semakin aktif mengembangkan pengelolaan sampah secara mandiri serta kegiatan pertanian perkotaan atau urban farming.
Wawan berharap Lomba Kampung Pancasila tidak berhenti sebatas kompetisi dan penentuan pemenang. Menurutnya, diperlukan pendampingan berkelanjutan agar kampung-kampung yang berpartisipasi dapat terus berkembang dan mempertahankan program positif yang telah dijalankan.
Ia juga berharap ajang ini menjadi langkah awal bagi kampung-kampung di Surabaya untuk meningkatkan prestasi hingga tingkat provinsi dan nasional, termasuk melalui Lomba Kampung Berseri Jawa Timur serta Program Kampung Iklim (ProKlim).
"Harapan saya sebagai juri, ini bisa terus berlanjut. Setelah mereka nanti menang, seharusnya ada pendampingan untuk mereka menjadi kampung yang lebih baik. Ini juga jadi persiapan untuk kampung-kampung di Surabaya menuju Lomba Kampung Berseri di Jawa Timur hingga Kampung Iklim untuk meraih penghargaan nasional," pungkasnya.
Editor : Guntur Nara

















