PACITAN - Setelah sekian lama menanti hujan di tengah kekeringan, turunnya hujan di Kabupaten Pacitan membawa kelegaan sekaligus rasa syukur bagi masyarakat. Hujan yang mengguyur wilayah tersebut pada Jumat malam menjadi kabar yang dinanti, di tengah upaya warga memohon turunnya hujan melalui salat istisqa.
Salat istisqa sebelumnya digelar bersama jajaran pemerintah daerah di Lapangan Peta, Kelurahan Sidoharjo, Kecamatan Pacitan. Ikhtiar serupa juga dilakukan masyarakat di sejumlah wilayah, mulai dari lingkungan sekolah hingga kawasan Pantai Karang Bolong, Kecamatan Punung, dan Kecamatan Tegalombo.
Bagi warga, hujan kali ini bukan sekadar perubahan cuaca. Di balik rintik air yang membasahi tanah, tersimpan harapan masyarakat yang selama ini menghadapi kesulitan air bersih akibat kemarau berkepanjangan.
Sejumlah sumber air yang mulai mengering membuat warga harus berjuang memenuhi kebutuhan sehari-hari. Dalam kondisi tersebut, salat istisqa menjadi salah satu bentuk ikhtiar spiritual, disertai harapan agar hujan segera turun dan mengakhiri kesulitan yang mereka alami.
Baca Juga : Usai Salat Istisqa, Hujan Disambut Syukur Warga Pacitan
“Alhamdulillah, akhirnya hujan turun. Kami sangat bersyukur. Setelah berikhtiar dan berdoa bersama, hujan ini menjadi kebahagiaan tersendiri bagi kami,” ujar Nugroho, warga Pacitan.
Meski demikian, warga berharap hujan tidak hanya turun sesaat. Curah hujan yang berkelanjutan diharapkan mampu mengisi kembali sumber-sumber air sehingga kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi dan ketergantungan terhadap bantuan air bersih berangsur berkurang.
Di tengah rasa syukur tersebut, masyarakat juga diimbau meningkatkan kewaspadaan memasuki musim hujan. Kondisi geografis Pacitan yang memiliki wilayah perbukitan dan kawasan rawan bencana berpotensi menghadapi tanah longsor, banjir, maupun pohon tumbang, terutama saat hujan deras disertai angin kencang.
Baca Juga : Pimpin Hari Santri di Pacitan, Khofifah Tekankan Peran Santri Menuju Indonesia Emas
Warga yang tinggal di sekitar tebing, lereng, dan bantaran sungai diminta mewaspadai tanda-tanda bahaya serta segera mencari tempat aman apabila kondisi mengancam keselamatan. Masyarakat juga perlu menjaga saluran drainase agar tidak tersumbat sampah dan memantau informasi cuaca dari BMKG serta peringatan kebencanaan dari BPBD.
Bagi masyarakat yang selama ini terdampak kekeringan, hujan membawa harapan akan kehidupan yang lebih baik. Namun, rasa syukur atas turunnya hujan perlu berjalan beriringan dengan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana.
Warga berharap hujan yang turun membawa berkah, memulihkan ketersediaan air bersih, serta mengakhiri kesulitan yang selama ini dirasakan. Di saat yang sama, kewaspadaan tetap diperlukan agar datangnya musim hujan membawa manfaat tanpa menimbulkan bencana. (Edwin Adji)
Editor : JTV Pacitan





















