Menu
Pencarian


Mengejutkan! Survei Kepuasan Prabowo 67% Menurut IPO : Benarkah Faktanya Demikian?

Portaljtv.com - Sabtu, 24 Oktober 2026 14:51
Mengejutkan! Survei Kepuasan Prabowo 67% Menurut IPO : Benarkah Faktanya Demikian?
Presiden Prabowo (Foto : Sekretariat Negara)

JAKARTA - Lembaga survei Indonesia Political Opinion (IPO) merilis hasil riset nasional bertajuk Refleksi dan Evaluasi Publik: Dua Tahun Kabinet Merah Putih untuk memotret pandangan masyarakat terhadap kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di Jakarta pada akhir Oktober 2026. Berdasarkan survei yang berlangsung pada 12 hingga 20 Oktober 2026 dengan melibatkan 1.200 responden di seluruh Indonesia, mayoritas masyarakat menaruh kepercayaan tinggi terhadap kemampuan presiden dalam menyelesaikan persoalan prioritas. Namun, di balik optimisme ekonomi secara umum, hasil riset menyingkap kenyataan bahwa sebagian besar warga masih tertekan oleh beban belanja kebutuhan dapur serta menuntut penanganan mendesak atas stabilisasi harga pangan, pemberantasan korupsi, dan penciptaan lapangan kerja.

Kajian opini publik yang diselenggarakan oleh IPO bertujuan memberikan gambaran menyeluruh mengenai dinamika perjalanan pemerintahan sejak resmi dilantik pada Oktober 2024 silam. Penilaian masyarakat mencakup efektivitas kebijakan, kondisi sosial-ekonomi keluarga, kinerja para menteri kabinet, hingga arah penegakan hukum dan pembangunan manusia.

Guna menyajikan rincian hasil survei secara ringkas dan informatif, berikut adalah lima temuan penting evaluasi dua tahun Kabinet Merah Putih :

1.     Metodologi Riset Menjangkau 1.200 Responden di Seluruh Wilayah

Penelitian opini publik ini dihimpun secara ilmiah dengan melibatkan 1.200 responden yang dipilih melalui metode penarikan sampel acak bertingkat (multistage random sampling). Survei yang mencakup representasi masyarakat dari berbagai daerah di Indonesia ini memiliki tingkat kepercayaan sebesar 95 persen dengan batas toleransi kesalahan (margin of error) sebesar kurang lebih 2,9 persen. Ukuran statistik ini menjamin bahwa temuan survei dapat diandalkan sebagai gambaran objektif mengenai pandangan masyarakat akar rumput terhadap kinerja pemerintah.

Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion, Dedi Kurnia Syah, menegaskan bahwa survei ini disajikan sebagai sarana evaluasi yang konstruktif bagi para pengambil kebijakan.

"Secara keseluruhan, hasil survei ini diharapkan dapat menjadi bahan refleksi dan evaluasi bagi pemerintah, akademisi, serta pemangku kepentingan dalam memahami perkembangan opini publik selama dua tahun pemerintahan Kabinet Merah Putih," ungkap rilis resmi laporan IPO yang dipimpin oleh Dedi Kurnia Syah.

2.     Sebanyak 67 Persen Publik Menaruh Kepercayaan Kuat pada Presiden Prabowo

Dalam evaluasi kepemimpinan nasional, Presiden Prabowo Subianto mendapatkan modal sosial yang cukup solid dari masyarakat. Hasil survei mencatat sebanyak 67 persen responden menyatakan percaya bahwa Presiden Prabowo mampu memimpin dan menyelesaikan masalah-masalah prioritas yang dihadapi bangsa. Tingginya tingkat kepercayaan ini dipengaruhi oleh penilaian publik terhadap kepemimpinan presiden dalam mengarahkan program kerja strategis serta keberanian mengambil langkah penyelesaian persoalan mendesak di tanah air.

3.     Kontras Kondisi Ekonomi: Persepsi Positif vs Keterbatasan Dompet Warga

 Riset IPO menyingkap adanya ketimpangan antara persepsi makro dan realitas kondisi keuangan rumah tangga warga. Sebanyak 67 persen responden menilai kondisi perekonomian nasional saat ini berada dalam kategori baik atau sangat baik. Kendati demikian, angka tersebut bertolak belakang saat responden ditanya mengenai kondisi keuangan pribadi sehari-hari. Sebanyak 58 persen responden secara jujur menyatakan masih mengalami kesulitan dan keterbatasan finansial dalam memenuhi kebutuhan pokok hidup mereka sehari-hari.

4.     Tiga Persoalan Paling Mendesak: Harga Sembako, Korupsi, dan Lapangan Kerja

Masyarakat menitipkan tiga isu prioritas utama yang harus segera dituntaskan oleh jajaran Kabinet Merah Putih demi menjaga kelangsungan hidup warga. Isu yang dinilai paling mendesak untuk diselesaikan adalah pengendalian harga bahan kebutuhan pokok, yang dipilih oleh 28 persen responden. Persoalan mendesak kedua adalah penguatan agenda pemberantasan korupsi sebesar 19,5 persen, disusul persoalan mendesak ketiga yakni pembukaan lapangan kerja baru dan pengurangan angka pengangguran sebesar 14,7 persen.

Dedi Kurnia Syah memaparkan bahwa pemenuhan kebutuhan dapur dan kepastian pekerjaan merupakan tolok ukur paling nyata bagi masyarakat dalam menilai jalannya pemerintahan.

"Temuan ini menunjukkan bahwa persoalan ekonomi rumah tangga, kesempatan kerja, dan tata kelola pemerintahan menjadi bagian penting dalam evaluasi masyarakat terhadap jalannya pemerintahan," jelas laporan survei IPO.

5.     Evaluasi Menyeluruh Kinerja Wapres Gibran, Menteri, dan Penegakan Hukum

Di samping memotret figur presiden, survei IPO turut menguji tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka serta efektivitas kerja para menteri dalam menjalankan program prioritas pemerintah. Survei juga mengevaluasi secara mendalam pencapaian di bidang penegakan hukum, transparansi birokrasi, peningkatan kesejahteraan rakyat, pembangunan kualitas manusia, dan penyediaan infrastruktur dasar. Berbagai indikator tersebut memetakan dengan jelas sektor kementerian mana saja yang telah diapresiasi positif oleh publik serta bidang-bidang yang masih memerlukan pembenahan segera dari pemerintah.

Hasil survei nasional dua tahun pemerintahan Kabinet Merah Putih ini menjadi masukan berharga bagi para pembuat kebijakan di tingkat pusat dan daerah. Tingginya kepercayaan politik terhadap kepemimpinan nasional perlu segera diimbangi dengan aksi nyata di lapangan, khususnya dalam mengendalikan kestabilan harga kebutuhan dapur dan memperluas lapangan pekerjaan bagi masyarakat luas.

Pemerintah diharapkan terus mendengarkan aspirasi serta kekhawatiran yang dirasakan langsung oleh masyarakat agar keberlanjutan program pembangunan tetap berjalan selaras dengan kebutuhan rakyat. Dengan koordinasi kementerian yang semakin rapi dan kebijakan ekonomi yang berpihak pada rakyat kecil, stabilitas sosial dan pertumbuhan ekonomi nasional dapat dinikmati secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat.

Penulis : Cahya Hafid Abdillah

Editor : Iwan Iwe






Berita Lain



Berlangganan Newsletter

Berlangganan untuk mendapatkan berita-berita menarik dari PortalJTV.Com.

    Cek di folder inbox atau folder spam. Berhenti berlangganan kapan saja.