PROBOLINGGO - Badan Pangan Nasional melalui Perum Bulog Cabang Probolinggo melakukan pengiriman ulang bantuan pangan untuk warga Pulau Gili Ketapang, Kabupaten Probolinggo, Senin (15/6/2026) pagi.
Pengiriman dilakukan setelah kapal yang mengangkut bantuan tersebut tenggelam di perairan utara Probolinggo pada Selasa (9/6/2026) lalu.
Sebanyak 6,8 ton beras dan 601 liter minyak goreng kembali diberangkatkan menggunakan kapal penyeberangan tradisional dari Pelabuhan Tanjung Tembaga, Kota Probolinggo. Bantuan tersebut akan langsung disalurkan kepada warga penerima manfaat di Pulau Gili Ketapang.
Pimpinan Cabang Bulog Probolinggo, Kuswadi, memastikan seluruh bantuan yang tenggelam telah diganti dengan barang baru sehingga masyarakat tetap menerima haknya sesuai jadwal distribusi.
"Semua bantuan yang tenggelam kami ganti baru. Masyarakat tidak perlu khawatir karena distribusi tetap kami lanjutkan. Penggantian ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab pihak jasa angkutan sesuai kontrak yang telah disepakati," kata Kuswadi pada portaljtv.com.
Menurut Kuswadi, pengiriman ulang dilakukan dengan pengawasan lebih ketat untuk memastikan bantuan tiba dengan aman di lokasi tujuan.
"Kami melakukan evaluasi bersama seluruh pihak terkait. Pengiriman kali ini menggunakan armada yang telah dipastikan siap beroperasi agar bantuan bisa sampai dengan selamat kepada masyarakat Pulau Gili Ketapang," ujarnya.
Ia menjelaskan, bantuan yang dikirim merupakan bagian dari program bantuan pangan pemerintah yang menyasar 1.616 penerima manfaat di Pulau Gili Ketapang. Secara keseluruhan, warga pulau tersebut akan menerima 32.320 kilogram beras dan 6.464 liter minyak goreng.
"Setiap penerima memperoleh beras kemasan 10 kilogram. Bantuan ini merupakan program pemerintah untuk membantu kebutuhan pangan masyarakat," jelasnya.

Kuswadi juga mengungkapkan hasil evaluasi sementara terkait tenggelamnya Kapal Motor Bahari Makmur yang mengangkut bantuan tersebut beberapa hari lalu.
"Dari informasi yang kami terima, selain faktor cuaca, terdapat dugaan human error. Saat kapal bermanuver atau berbelok, salah satu dari dua mesin kapal tiba-tiba mati sehingga keseimbangan kapal terganggu," ungkap Kuswadi.
Akibat kondisi tersebut, kapal mengalami kemiringan sebelum akhirnya terbalik dan tenggelam bersama muatan bantuan.
"Ketika satu mesin tidak berfungsi, kapal kehilangan keseimbangan saat berbelok. Kondisi itulah yang menyebabkan kapal miring dan akhirnya terbalik," tambahnya.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, seluruh bantuan yang berada di dalam kapal tidak dapat diselamatkan. Kerugian akibat insiden tersebut ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.
"Nilai kerugian memang cukup besar karena seluruh muatan bantuan tenggelam. Namun masyarakat tidak dirugikan karena bantuan sudah kami ganti seluruhnya," tegas Kuswadi.
Diberitakan sebelumnya, Kapal Motor Bahari Makmur yang membawa bantuan beras dan minyak goreng untuk warga Pulau Gili Ketapang tenggelam di perairan utara Probolinggo pada Selasa (9/6/2026) sore. Sebanyak sekitar 7 ton bantuan pangan ikut tenggelam bersama kapal. Beruntung nahkoda dan seluruh kru kapal berhasil menyelamatkan diri sehingga tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. (*)
Editor : M Fakhrurrozi



















