SURABAYA - Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya dan Universiti Tun Hussein Onn Malaysia (UTHM) sepakat memperkuat kolaborasi riset, pertukaran akademik, serta publikasi ilmiah yang dibahas dalam pertemuan resmi dua perguruan tinggi di Malaysia pada Jumat (28/11/2025) lalu.
Rektor Untag Surabaya Prof. Mulyanto Nugroho mengatakan kerja sama ini harus langsung berwujud program nyata.
“Kami ingin kolaborasi ini segera menghasilkan aktivitas konkret, terutama dalam joint research,” ujar Prof. Mulyanto Nugroho.
Ia menjelaskan Untag Surabaya memiliki dua fakultas teknik Fakultas Teknik serta Fakultas Teknik Elektro dan Informatika dengan 12 proyek riset siap digarap bersama, termasuk kecerdasan buatan, teknik komputer, dan keamanan siber.
“ Di Jawa Timur, prestasi robotika kami peringkat pertama pada tahun 2023 dan ketiga nasional dari lebih 4.500 peserta,” ucapnya.
Pria yang akarab disapa Prof. Nug ini mengatakan pihaknya juga berencana mengirim dosen teknik untuk studi lanjut di UTHM. Selain itu, kedua kampus menyiapkan kolaborasi publikasi untuk mendukung target Untag Surabaya dalam Rencana Strategis 2020–2030 menuju standar universitas berkelas global. Skema double degree 3+1 atau 2+2 turut disiapkan untuk mahasiswa.
Wakil Rektor II Untag Surabaya, Supangat, Ph.D., ITIL., COBIT, CLA., CISA. menyampaikan bahwa program ini sangat relevan dengan upaya kampus mencapai target WCU.
“Kampus yang ingin meraih status internasional atau World Class University harus kuat dalam reputasi, jaringan, kolaborasi, dan visibility. Media gathering membantu membangun aspek-aspek tersebut dari sisi komunikasi publik,” ujarnya.
Sementara itu, Rektor UTHM Prof. Mas Fauzi bin Mohd Ali menyambut baik kerja sama tersebut. “Kami sangat menghargai hubungan baik yang kita bangun hari ini. Dalam waktu dekat, termasuk tahun ini dan seterusnya, kami merencanakan pertukaran dosen, pertukaran mahasiswa, serta kolaborasi penelitian dan akademik,” katanya.
Ia menambahkan kerja sama juga mencakup berbagi sumber perpustakaan. “Saya menilai hal itu sangat baik agar kita dapat saling memanfaatkan ilmu dan sumber yang kita miliki untuk kepentingan masyarakat,” ujarnya.
Harapannya melalui kerjasama ini semakin memperkuat komitmen Untag Surabaya dalam jejaring internasional dan membangun reputasi global. (*)
Editor : M Fakhrurrozi



















