KOTA MALANG - PortalJTV – Universitas Tribhuwana Tunggadewi (UNITRI) Malang menyambut mahasiswa baru tahun akademik 2026/2027. Para mahasiswa datang dari berbagai daerah di Indonesia hingga mancanegara dengan membawa latar belakang, pengalaman, serta cita-cita yang beragam.

Ketua Dewan Penerimaan Mahasiswa Baru (DPMB) UNITRI, Prof. Dr. Nawir Rasidi, S.T., M.T., menyampaikan mahasiswa baru kini memasuki lingkungan akademik dengan suasana dan tanggung jawab yang berbeda dibandingkan ketika masih duduk di bangku sekolah.
Dalam proses penerimaan mahasiswa baru, tercatat sebanyak 1.124 calon mahasiswa mendaftar. Dari jumlah tersebut, sebanyak 680 mahasiswa telah memenuhi persyaratan administrasi dan hadir dalam kegiatan penyambutan.

Sebaran mahasiswa baru berasal dari berbagai program studi. Program Studi Manajemen tercatat menerima 82 mahasiswa, Akuntansi 59 mahasiswa, S1 Keperawatan 63 mahasiswa, dan program profesi sebanyak 50 mahasiswa.
Di Fakultas Ilmu Pendidikan, Pendidikan Biologi menerima 42 mahasiswa, Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) sebanyak 137 mahasiswa, serta Pendidikan Matematika 20 mahasiswa. PGSD menjadi program studi dengan jumlah penerimaan mahasiswa baru terbanyak dalam data tersebut.

Sementara Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik terdiri dari Administrasi Publik sebanyak 45 mahasiswa dan Ilmu Komunikasi 41 mahasiswa.
Pada Fakultas Pertanian, Agribisnis menerima 24 mahasiswa, Agroteknologi 17 mahasiswa, dan Peternakan 26 mahasiswa. Sedangkan Fakultas Teknik dan Teknologi terdiri dari Arsitektur Nasional 8 mahasiswa, Teknik Kimia 13 mahasiswa, Teknik Sipil 23 mahasiswa, serta Teknologi Industri Pertanian 11 mahasiswa.
Untuk jenjang pascasarjana, Magister Administrasi Publik tercatat 6 mahasiswa, Magister Ekonomi Pertanian 4 mahasiswa, dan Magister Manajemen 9 mahasiswa.
Nawir menekankan mahasiswa baru tidak cukup hanya aktif mengikuti perkuliahan di dalam kelas. Mereka didorong memanfaatkan masa studi untuk memperkaya pengetahuan, keterampilan, pengalaman, serta aktif dalam berbagai kegiatan kemahasiswaan.
“Jadilah mahasiswa yang berbeda, jadilah mahasiswa yang punya karya. Bukan hanya menjadi mahasiswa yang datang ke kelas,” pesannya.
Menurutnya, mahasiswa perlu mulai beradaptasi pada semester pertama. Setelah itu, mahasiswa diharapkan mulai terlibat dalam kegiatan-kegiatan produktif dan kemahasiswaan yang dapat membentuk kemampuan di luar bidang akademik.
Ia juga mengingatkan bahwa masa studi sekitar empat tahun akan berlangsung cepat. Karena itu, mahasiswa diminta memanfaatkan waktu sebaik mungkin sebagai bekal menghadapi tantangan setelah lulus.
Mahasiswa juga diharapkan memiliki kemampuan adaptasi dan mentalitas yang kuat. Sebab, kondisi Indonesia beberapa tahun mendatang akan menghadirkan tantangan yang berbeda sehingga generasi muda dituntut mampu menyesuaikan diri dengan perubahan.
Nawir menegaskan proses belajar tidak hanya berlangsung di ruang kuliah. Mahasiswa dipersilakan bertanya kepada dosen maupun tenaga kependidikan apabila mengalami kesulitan selama menjalani kehidupan akademik.
“Kalau tidak tahu, bertanya. Semua yang ada di kampus memiliki tanggung jawab untuk melayani kalian semua. Karena itu bagian dari budaya kita, budaya iProgress,” ujarnya.

Sementara itu, Rektor UNITRI, Prof. Dodi Wirawan Irawanto, S.E., M.Com., Ph.D., dalam sambutan sekaligus pembukaan kegiatan mengatakan, menjadi mahasiswa merupakan awal dari perjalanan baru. Setiap mahasiswa datang dengan cita-cita yang berbeda.
Ada yang ingin menjadi guru, profesional, membahagiakan orang tua, membangun usaha, menjadi pemimpin, maupun mahasiswa yang masih belum mengetahui secara pasti arah masa depannya.
Menurut Dodi, hal tersebut merupakan sesuatu yang wajar. Universitas tidak hanya menjadi tempat untuk mendapatkan jawaban, tetapi juga ruang bagi mahasiswa untuk menemukan pertanyaan, mengembangkan kemampuan, membangun karakter, dan menemukan jati diri.
“Universitas bukan tempat bagi orang yang sudah mengetahui seluruh jawabannya. Universitas adalah tempat untuk menemukan pertanyaan, mengembangkan kemampuan, membangun karakter, dan menemukan jati diri,” katanya.
Dodi menyebut mahasiswa baru UNITRI berasal dari berbagai penjuru Nusantara. Dalam sambutannya, ia menyampaikan terdapat sekitar 800 mahasiswa baru yang berasal dari 25 provinsi dan tiga negara yakni Indonesia, Sudan dan Timor Leste.
Keragaman tersebut, kata dia, menunjukkan UNITRI tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga ruang bertemunya generasi muda dari berbagai daerah, budaya, agama, dan latar belakang kehidupan.
“Delapan ratus mahasiswa baru dari 25 provinsi, tiga negara, tetapi satu semangat, satu almamater, satu cita-cita menjadi generasi muda yang berdaya dan mampu memberikan kontribusi bagi bangsa dan dunia,” ujarnya.
Dalam penyambutan mahasiswa baru 2026, UNITRI mengusung tema iProgress Muda. Tema tersebut membawa lima nilai utama, yakni integritas, pelayanan, profesionalisme, gotong royong, dan spiritualitas.
Dodi menegaskan lima nilai tersebut tidak boleh hanya menjadi rangkaian kata, tetapi harus diwujudkan menjadi karakter mahasiswa UNITRI.
Ia kemudian menekankan tiga kata kunci yang perlu dimiliki mahasiswa, yakni integritas, melayani, dan berkarya. Integritas diwujudkan melalui kejujuran dalam pikiran, perkataan, dan tindakan. Sementara melayani berarti hadir untuk memberikan manfaat bagi sesama dan masyarakat.
Adapun berkarya berarti mampu menghasilkan sesuatu yang nyata, kreatif, inovatif, dan bermanfaat.
“UNITRI tidak ingin hanya menghasilkan lulusan. UNITRI ingin menghasilkan insan yang memiliki dampak,” tegasnya.
Mahasiswa, lanjut Dodi, tidak hanya diharapkan menjadi orang yang mencari pekerjaan, tetapi juga mampu menciptakan pekerjaan. Tidak hanya mencari solusi, tetapi mampu menciptakan solusi serta menjadi bagian dari perubahan.
Dodi juga mengingatkan mahasiswa agar tidak melupakan perjuangan keluarga. Di balik setiap mahasiswa terdapat orang tua yang bekerja keras, doa, harapan, serta pengorbanan yang telah diberikan demi pendidikan anaknya.
Karena itu, mahasiswa diminta belajar dengan sungguh-sungguh, menggunakan waktu secara bijaksana, menghormati orang tua dan dosen, menjaga hubungan dengan sesama mahasiswa, serta menjaga nama baik almamater.
“Mulai hari ini, tanamkan dalam diri kalian bahwa saya datang ke UNITRI bukan sekadar untuk kuliah. Saya datang untuk bertumbuh, belajar, membangun karakter, berkarya, dan memberikan manfaat,” pesannya.
Rangkaian penyambutan mahasiswa baru tersebut kemudian secara resmi dibuka oleh Rektor UNITRI, Prof. Dodi Wirawan Irawanto, sebagai tanda dimulainya perjalanan akademik mahasiswa baru tahun 2026/2027. (Rafli)
Editor : JTV Malang



















