NGANJUK - Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi Nasional (SPPG) Kelurahan Mangundikaran, Kabupaten Nganjuk, terpaksa menghentikan penyaluran program Makan Bergizi Gratis (MBG) ke 13 sekolah. Penghentian tersebut dipicu belum cairnya dana operasional dari Badan Gizi Nasional (BGN) pusat.
Penghentian penyaluran dilakukan mulai Rabu, 4 Februari 2026, hingga waktu yang belum dapat ditentukan. Ketiadaan dana operasional membuat proses produksi makanan tidak dapat berjalan. Sementara itu, pihak BGN melarang penggunaan dana talangan untuk membiayai kegiatan sementara.
Kepala SPPG Mangundikaran, Farraz Hasan, menjelaskan keterlambatan pencairan dana berdampak langsung pada terhentinya produksi dan distribusi MBG kepada para siswa penerima manfaat. Namun, pada Rabu sore, dana sekitar Rp20 juta akhirnya dicairkan untuk satu kali operasional.
Dengan pencairan tersebut, penyaluran MBG kembali dilakukan pada Kamis, 5 Februari 2026. Dana tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan operasional bagi 13 sekolah yang sebelumnya terdampak penghentian.
Baca Juga : Puting Beliung Terjang Dua Dusun di Probolinggo, Rumah dan Fasilitas Umum Rusak
Adapun sekolah terdampak meliputi Kelompok Belajar Khadijah 2, TK Khadijah 2, SDI, SMP dan SMA Miftahul Huda, Kelompok Belajar Tunas Bangsa, SMK Satria Bakti, TK Aisyiyah 4, RA Miftahul Jannah, SMA dan SMK Muhammadiyah 1, SMK Muhammadiyah 3, serta SMP Negeri 4 Nganjuk.
Editor : JTV Madiun

















