SURABAYA - Banyak menuai kontroversi adanya rencana reklamasi proyek strategis nasional Surabaya Waterfront Land, PSN SWL di wilayah Kenjeran disebut tidak akan menimbulkan banjir di kota Surabaya. Hal itu lantaran reklamasi dilakukan 300 meter dari daratan.
Dalam pertemuan tim ahli PSN SWL dengan sejumlah organisasi Kamis siang (25/07/2024) disebutkan reklamasi akan dilakukan dengan melihat kajian dari berbagai sektor keilmuan, termasuk kelautan, perikanan, biologi dan tata kota.
Tim ahli banjir dari ITS Satrio Damar Nugraha menyebut reklamasi dilakukan 300 meter dari daratan. Akan ada kanal yang menghubungkan daratan dan letak proyek berada.
Adanya kanal yang memisahkan daratan disebut tidak akan mendatangkan banjir asalkan saluran di bagian hilir tidak terganggu yang menghambat saluran bagian hulu.
Baca Juga : Hujan Deras, Jalan Ahmad Yani Banyuwangi Terendam Banjir
Selain itu hasil penelitiannya menyebutkan bahwa adanya sedimentasi di hilir tidak banyak berpengaruh mendatangkan banjir di daratan karena debit pasang surut air laut di wilayah itu cukup rendah.
Sementara itu tim ahli kajian kelautan ITS Prof Suntoyo mengakui jika reklamasi akan berdampak di bagian sosial ekonomi masyarakat. Namun dari segi teknis, reklamasi tidak banyak menimbulkan dampak negatif karena letaknya sudah diatur jauh dari daratan. Meski begitu dirinya menyebut jika seharusnya dampak negatif yang merugikan sosial ekonomi masyarakat pesisir bisa diantisipasi dengan berbagai cara.
Proyek strategis nNasional Surabaya Waterfront Land merupakan proyek reklamasi yang menghabiskan dana 72 triliyun rupiah. Sejumlah izin tengah dipersiapkan sebelum memulai proyek termasuk izin amdal.
Editor : Ferry Maulina