SURABAYA - Di tengah maraknya anak-anak generasi Alpha yang tenggelam dalam dunia digital dan game online, ada kisah berbeda datang dari Surabaya. Seorang gadis kecil bernama Aisyah Hilyah Darmawan, 10 tahun, justru memilih mengekspresikan dunianya melalui warna dan kanvas.
Bakatnya bermula dari kebiasaan sederhana: mencoret-coret dinding rumah. Namun dari coretan itulah, sang ibu, Alis Indah Suciati, melihat potensi besar. Ia kemudian mengarahkan Aisyah ke dunia seni lukis agar terhindar dari jebakan layar gawai yang sering membuat anak kehilangan interaksi sosial.
Kini, hasil bimbingan dan proses panjang itu dituangkan Aisyah dalam pameran tunggal perdananya bertajuk “The Colour of Journey”. Pameran berlangsung di Galeri Merah Putih Balai Pemuda Surabaya pada 25–30 Oktober 2025, menampilkan 15 karya lukisan akrilik di atas kanvas, beberapa di antaranya berpadu dengan cat minyak.
Karya-karya Aisyah didominasi warna biru laut dan langit yang menandakan ketertarikannya pada kehidupan bawah laut. Lukisan seperti “Pagi Satwa Laut”, “Perjalanan Koloni”, hingga “Koloni #3” menampilkan dunia laut yang penuh warna, namun tetap lugu dan jujur sebagaimana cara anak-anak memandang dunia.
Baca Juga : 156 Lukisan Karya dari Seniman Berbagai Daerah Menghiasi Pameran Seni Rupa Banyuwangi
“Aisyah melukis dengan spontanitas yang alami, tanpa beban teknis. Itulah keindahan lukisan anak tulus, apa adanya,” ujar Arik S. Wartono, kurator sekaligus pendiri Sanggar Daun Gresik, tempat Aisyah belajar melukis.

Sanggar Daun Gresik, yang berdiri sejak 2004, menjadi wadah bagi anak-anak untuk belajar seni sekaligus memahami alam. Hingga kini, lebih dari seribu anak pernah bergabung, dengan sekitar dua puluh anak masih aktif berkarya.
Bagi Aisyah, melukis adalah perjalanan. “Aku mulai suka melukis sejak kelas empat SD. Biasanya satu lukisan selesai dalam seminggu. Aku ingin terus belajar supaya bisa bikin lukisan yang lebih bagus,” ujarnya polos.
Salah satu karyanya yang paling berkesan berjudul “Terumbu Warna” lukisan yang ia selesaikan dalam waktu satu minggu.
Melalui “The Colour of Journey”, Aisyah tidak hanya memperlihatkan karya seni, tetapi juga mengingatkan bahwa kreativitas anak bisa tumbuh ketika diberi ruang, waktu, dan dukungan. Di tengah dunia yang semakin digital, sapuan kuas Aisyah menjadi warna berbeda warna yang menghidupkan perjalanan kecil menuju masa depan yang lebih besar. (Nevenia)
Baca Juga : Menafsir Cerita Panji dan Topeng Malangan Lewat Lukisan Karya Aliya Murdoko
Editor : M Fakhrurrozi



















