Menu
Pencarian


Target PNBP SDA PPN Prigi Rp300 Juta, Jauh di Bawah Pelabuhan Popoh

JTV Kediri - Senin, 21 September 2026 17:50
Target PNBP SDA PPN Prigi Rp300 Juta, Jauh di Bawah Pelabuhan Popoh
Perolehan Ikan di pantai Prigi, ketika ditimbang. (Foto : Moch. Herlambang)

TRENGGALEK - Target Penerimaan Negara Bukan Pajak Sumber Daya Alam (PNBP SDA) di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Prigi, Trenggalek, pada 2026 mencapai sekitar Rp300 juta. Angka tersebut masih jauh di bawah target PNBP SDA di Pelabuhan Popoh, Tulungagung, yang mencapai sekitar Rp3 miliar.

Perbedaan target penerimaan tersebut dipengaruhi aktivitas kapal perikanan di masing-masing pelabuhan. Salah satunya berkaitan dengan jumlah serta ukuran kapal yang melakukan kegiatan pascaproduksi.

Di PPN Prigi, saat ini terdapat sekitar empat kapal porsen dan sepuluh kapal pancing tonda. Meski jumlah armada yang beraktivitas masih terbatas, pelabuhan tersebut dinilai masih memiliki ruang untuk menerima kapal perikanan lainnya.

Katimja Kesyahbandaran PPN Prigi Tri Aspriadi Noviyanto mengatakan, kondisi armada menjadi salah satu faktor yang memengaruhi besaran PNBP SDA di wilayah tersebut.

Baca Juga :   Warga Berebut Tumpeng Raksasa, Tradisi Larung Sembonyo Meriahkan Pantai Popoh Tulungagung

Sementara itu, aktivitas perikanan di Pelabuhan Popoh relatif lebih besar. Terdapat sekitar lima kapal pancing ulur dan enam kapal porsen berukuran 150 hingga 200 GT.

Jumlah dan ukuran kapal tersebut turut membuat target PNBP SDA di Pelabuhan Popoh mencapai sekitar Rp3 miliar. Nilai tersebut sekitar sepuluh kali lipat dibandingkan target PNBP SDA PPN Prigi.

Wilayah binaan Kesyahbandaran PPN Prigi tidak hanya mencakup Trenggalek. Sejumlah pelabuhan di pesisir selatan Jawa Timur juga masuk dalam wilayah binaan tersebut.

Baca Juga :   Rebutan Tumpeng Raksasa Warnai Larung Sembonyo di Pantai Popoh , Nelayan Berdoa Hasil Laut Melimpah

Di PPN Tamperan, Pacitan, misalnya, terdapat kapal porsen dan kapal pancing ulur tuna. Sebagian armada yang beraktivitas di pelabuhan tersebut berasal dari luar daerah.

Aktivitas perikanan dengan jumlah armada lebih besar terdapat di Pondokdadap, Malang. Jumlah kapal di kawasan tersebut disebut hampir mencapai 400 unit.

Mayoritas armada di Pondokdadap merupakan kapal berukuran kecil yang beraktivitas menangkap tuna. Kondisi tersebut menjadikan kawasan tersebut sebagai salah satu lokasi dengan aktivitas perikanan yang cukup tinggi dalam wilayah binaan Kesyahbandaran PPN Prigi.

Sementara itu, kegiatan perikanan di Banyuwangi berlangsung antara lain di Grajagan, Muncar, serta Pelabuhan Swasta Masami. Sedangkan Blitar dan Jember saat ini belum memiliki kegiatan pascaproduksi.

Besaran PNBP SDA juga berkaitan dengan penerapan Penangkapan Ikan Terukur (PIT). Melalui skema pascaproduksi, pembayaran PNBP dihitung berdasarkan hasil tangkapan yang benar-benar diperoleh kapal.

Dengan mekanisme tersebut, besaran penerimaan negara akan menyesuaikan realisasi hasil tangkapan di lapangan. Artinya, penerimaan PNBP SDA dapat berbeda mengikuti aktivitas dan hasil produksi perikanan masing-masing pelabuhan. (Moch. Herlambang)

Editor : JTV Kediri





Berita Lain



Berlangganan Newsletter

Berlangganan untuk mendapatkan berita-berita menarik dari PortalJTV.Com.

    Cek di folder inbox atau folder spam. Berhenti berlangganan kapan saja.