KEDIRI - Bukan sekadar memukul beduk tanda masuk waktu sholat. Di Masjid Al Mubarok, Desa Pagu, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri, tabuh beduk justru menjadi tradisi yang ditunggu-tunggu usai sholat tarawih.
Suasana semakin semarak karena bukan hanya orang dewasa yang ikut memukul beduk. Anak-anak turun tangan menabuh kentongan, menciptakan alunan suara khas yang menggema di sekitar masjid.
"Meriah sekali. Anak-anak antusias ikut menabuh," ujar salah satu pengurus masjid.
Tradisi ini sengaja digelar untuk mensemarakkan bulan suci Ramadan. Namun, ada misi besar di balik kemeriahan tersebut.
Baca Juga : Sebuah Rumah Kos di Maron Kediri Terbakar, Diduga Konsleting Listrik
Takmir Masjid Al Mubarok, Ahmad Sujali, menjelaskan bahwa pukul beduk menjadi daya tarik tersendiri bagi generasi muda agar mau datang ke masjid.
"Kami ingin mengajak generasi muda ke masjid, tidak hanya untuk tarawih, tapi juga sholat fardhu berjamaah," terangnya.
Setelah aksi pukul beduk usai, jamaah putra dan putri kemudian menggelar tadarus Al-Qur'an. Mereka duduk terpisah dengan sekat atau satir, khusuk membaca ayat-ayat suci.
Baca Juga : Nenek Berumur 104 Tahun Asal Kediri Berangkat Haji dari Tabungan 50 Tahun
Menariknya, Masjid Al Mubarok tak hanya menjadi tempat ibadah. Di siang hari, masjid ini juga difungsikan sebagai sarana belajar mengaji bagi para lansia yang belum lancar membaca Al-Qur'an.
Tradisi tabuh beduk ini membuktikan bahwa dakwah bisa dikemas dengan cara yang menyenangkan. Tanpa menggurui, anak-anak muda diajak mendekatkan diri ke rumah ibadah. (M. Zainurofi)
Editor : JTV Kediri



















