PACITAN - Isu kekurangan pasokan batu bara nasional yang mencapai sekitar 20 juta ton untuk kebutuhan pembangkit listrik PLN pada 2026 turut menjadi perhatian di daerah. Meski demikian, PLN Nusantara Power (PLN NP) UP Pacitan memastikan operasional PLTU Pacitan masih berjalan normal dan pasokan listrik kepada masyarakat tetap aman.
Asisten Manager SDM, Umum, dan CSR PLN NP UP Pacitan, Risky Trilistirta, mengatakan kondisi pasokan batu bara memang memberikan pengaruh terhadap operasional pembangkit. Namun pihaknya terus melakukan berbagai langkah antisipasi untuk menjaga keandalan pasokan listrik.
“Memang berpengaruh juga, tetapi yang perlu kami sampaikan, kami terus memaksimalkan pasokan batu bara. Untuk hari ini, stok yang tersedia kurang lebih masih bertahan sekitar dua hari,” ujarnya.
Menurut Risky, dalam waktu dekat pasokan batu bara akan kembali bertambah. Saat ini terdapat satu kapal yang sedang antre untuk proses bongkar muat dan tiga kapal lainnya dalam perjalanan menuju PLTU Pacitan.
Baca Juga : Stok Hanya Bertahan Dua Hari, PLN NP Pacitan Percepat Kedatangan Batu Bara
“Kami sudah memiliki satu kapal yang antre dan tiga kapal yang sedang dalam perjalanan. Total pasokan yang akan masuk kurang lebih mencapai 70 ribu ton,” jelasnya.
Dengan tambahan pasokan tersebut, PLN NP Pacitan optimistis operasional pembangkit tetap berjalan sesuai kebutuhan sistem kelistrikan. Pihaknya juga terus berupaya menjaga ketersediaan stok agar pembangkit dapat beroperasi penuh selama 24 jam.
“Insyaallah operasional PLTU tetap berjalan sesuai yang ada. Kami terus berupaya keras menjaga stok batu bara agar pembangkit bisa beroperasi selama 1x24 jam,” katanya.
Baca Juga : Kena Imbas Biaya Produksi, Harga Obat di Pacitan Naik
Risky menjelaskan PLTU Pacitan menggunakan batu bara kategori menengah dan low rank yang hingga saat ini masih dapat dipenuhi oleh para pemasok. Karena itu, kebutuhan bahan bakar untuk pembangkit masih dalam kondisi terkendali.
“Kalau di PLTU Pacitan, jenis batu bara yang kami gunakan adalah kategori menengah dan low rank. Insyaallah dengan dukungan pemasok yang ada, kebutuhan kami tetap bisa terpenuhi,” ungkapnya.
Meski tidak menutup kemungkinan adanya dampak dari persoalan pasokan batu bara secara nasional, PLN NP Pacitan terus melakukan berbagai upaya mitigasi agar operasional pembangkit tetap terjaga.
Baca Juga : Harga Beras dan Bawang Putih Meroket di Pacitan, Pembeli Mulai Berkurang
“Potensi terhambat mungkin ada, tetapi kami memaksimalkan bagaimana operasional tetap terjaga. Peralatan pembangkit juga tetap standby dan kami usahakan tidak ada gangguan yang signifikan,” tegas Risky.
Ia menambahkan, pengalaman serupa pernah terjadi saat pandemi COVID-19 ketika distribusi batu bara mengalami keterlambatan. Namun saat itu PLTU Pacitan tetap mampu beroperasi dan tidak sampai menghentikan produksi listrik.
“Dulu pernah saat COVID karena ada keterlambatan pasokan batu bara. Tetapi saat itu PLTU Pacitan tidak sampai berhenti beroperasi,” katanya.
Baca Juga : 47 Perda Pacitan Harus Direvisi, DPRD Siapkan Perda Khusus Atur Sanksi Sesuai KUHP Baru
Karena itu, PLN NP Pacitan memastikan target produksi listrik hingga saat ini masih aman. Perusahaan akan terus menjaga konsistensi operasional pembangkit guna mendukung keandalan pasokan listrik di Jawa-Bali. “Insyaallah tetap aman. Kami selalu menjaga konsistensi produksi dan operasional PLTU agar tetap berjalan dengan baik,” pungkasnya. (Edwin Adji)
Editor : JTV Pacitan



















