SURABAYA - DPD PDI Perjuangan Jawa Timur menggelar kegiatan halal bihalal dalam rangka bulan Syawal 1447 Hijriah pada Minggu, 12 April 2026. Acara yang berlangsung di Ballroom Hotel Shangri-La Surabaya ini dihadiri sekitar 1.000 peserta dari berbagai unsur partai, mulai dari pengurus DPD, DPC se-Jawa Timur, anggota DPR RI, DPRD provinsi hingga kabupaten/kota, serta kepala daerah dari PDI Perjuangan.
Kegiatan ini juga turut mengundang lebih dari 200 tokoh agama seperti gus, ning, kiai, dan nyai dari berbagai daerah di Jawa Timur. Suasana berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan, sekaligus menjadi momentum penting untuk mempererat silaturahmi antar kader.
Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Deni Wicaksono, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan ajang untuk memperkuat persaudaraan internal partai, terutama di tengah momentum bulan Syawal.
“Ini bagian dari kami merajut kekeluargaan di internal PDI Perjuangan. Momentum halal bihalal ini menjadi ruang untuk seluruh kader bisa bertemu, melepas rindu, dan memperkuat kebersamaan,” ujarnya.
Baca Juga : PCNU Surabaya Ajak Pemkot dan DPRD Bersinergi Atasi Permasalahan Umat
Selain itu, kegiatan ini juga bertepatan dengan agenda konsolidasi partai melalui musyawarah anak cabang (musancab) yang tengah berlangsung di seluruh Jawa Timur.
Bendahara DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Waras Sundari Renny Pramana, menambahkan bahwa halal bihalal tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga sebagai sarana introspeksi diri. “Kita ingin membangun silaturahmi, saling memaafkan, dan introspeksi diri. Semoga kita semua dipertemukan kembali dengan Ramadan yang akan datang,” katanya.
Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Said Abdullah, dalam sambutannya menegaskan bahwa Jawa Timur merupakan basis sosial politik yang unik dengan perpaduan antara kelompok santri dan nasionalis.
Baca Juga : IKA Unitomo Gelar Halal Bihalal, Pererat Sinergi dan Kolaborasi Alumni Untuk Kemajuan Bangsa
“Jawa Timur itu basisnya ijo dan abang, santri dan abangan. Nahdlatul Ulama dan PDI Perjuangan harus terus bergandengan tangan untuk kepentingan masyarakat,” tegasnya.
Ia juga mengajak seluruh elemen, khususnya Nahdlatul Ulama dan PDI Perjuangan, untuk bersama-sama mengatasi persoalan kemiskinan, pendidikan, dan kesehatan di Jawa Timur dalam beberapa tahun ke depan.
Sementara itu, Ketua Bidang Kebijakan Publik dan Reformasi Birokrasi Kerakyatan DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Abdullah Azwar Anas, mengapresiasi berbagai inovasi yang dilakukan kepala daerah dari PDI Perjuangan di tengah keterbatasan fiskal.
Baca Juga : Gelar Halal Bihalal, Alumni SMPN 9 Surabaya Beri Tali Asih Guru Purna Tugas
“Di tengah efisiensi anggaran, para kepala daerah tetap mampu berinovasi. Ini menunjukkan bahwa keterbatasan bukan menjadi penghalang untuk terus berkembang,” ungkapnya.
Dalam acara tersebut juga disampaikan tausiah oleh Ning Nadia Abdurrahman yang mengajak seluruh kader untuk menjaga silaturahmi, bahkan kepada pihak yang pernah berselisih. “Silaturahmi yang paling tinggi adalah tetap menyambung hubungan dengan orang yang memutuskan hubungan dengan kita,” pesannya.
Acara halal bihalal ini tidak hanya menjadi tradisi tahunan, tetapi juga bagian dari warisan budaya nasional yang diperkenalkan oleh Presiden Soekarno sebagai sarana rekonsiliasi dan persatuan bangsa.
Baca Juga : Halalbihalal Asrama Mahasiswa Nusantara Surabaya Perkuat Semangat Kebhinekaan
Melalui kegiatan ini, DPD PDI Perjuangan Jawa Timur berharap soliditas kader semakin kuat serta mampu meningkatkan kontribusi nyata bagi masyarakat, khususnya dalam menghadapi berbagai tantangan sosial dan ekonomi ke depan. (Amellia Ciello)
Editor : Iwan Iwe



















