PROBOLINGGO - Polres Probolinggo, Jawa Timur, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) untuk memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) bagi masyarakat pada Senin siang (19/10/2026). Pengecekan ini dilakukan di tengah keluhan pengemudi truk yang mengaku kesulitan mendapatkan solar dalam sepekan terakhir.
Salah satu lokasi yang didatangi petugas adalah SPBU Semampir di tepi jalur pantai utara (Pantura), Kelurahan Semampir, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo. Sidak dipimpin langsung Kapolres Probolinggo AKBP Asmida Rizki Siregar.
Di lokasi, petugas memantau antrean kendaraan sekaligus mengecek kondisi ketersediaan BBM. Kapolres juga meminta keterangan sejumlah pengemudi untuk mengetahui situasi yang mereka hadapi saat mengisi bahan bakar.
Rizki mengatakan, pengecekan dilakukan untuk memastikan kondisi distribusi dan ketersediaan BBM di wilayah Kabupaten Probolinggo, termasuk mengantisipasi kemungkinan antrean panjang maupun pembelian berlebihan akibat kepanikan atau panic buying.
Baca Juga : Kapolres Probolinggo Iringi Pemakaman Karyawan Hotel yang Tewas Saat Padamkan Api Bromo
“Intinya, kami ingin memastikan situasi terkait BBM di wilayah Kabupaten Probolinggo. Alhamdulillah, tidak ada panic buying,” ujar Rizki kepada wartawan.
Menurut dia, berdasarkan hasil pengecekan sementara, belum ditemukan persoalan menonjol yang menunjukkan adanya kepanikan masyarakat dalam membeli BBM. Adapun antrean kendaraan yang terlihat di SPBU Semampir disebut berkaitan dengan pergantian sif petugas.
“Sejauh ini belum ada temuan yang signifikan. Intinya, sampai saat ini masih aman,” terangnya.
Baca Juga : Polisi Bubarkan Balap Liar di Dringu Probolinggo, Amankan 67 Motor
Kapolres menambahkan, pengecekan tidak hanya dilakukan di SPBU Semampir. Polres Probolinggo berencana menyisir 11 titik SPBU yang tersebar di sejumlah wilayah Kabupaten Probolinggo guna memperoleh gambaran kondisi ketersediaan BBM secara lebih menyeluruh.
Meski situasi di lokasi yang diperiksa dinilai masih terkendali, keluhan mengenai sulitnya mendapatkan solar disampaikan salah seorang pengemudi truk, Bunarwi. Ia mengaku mengalami kesulitan memperoleh BBM jenis solar selama lebih dari sepekan terakhir.
Bunarwi menuturkan, sebelum mendatangi SPBU Semampir, dirinya sempat mencari solar di SPBU Paiton. Namun, bahan bakar yang dibutuhkannya tidak tersedia sehingga ia harus berpindah lokasi untuk mencari pasokan.
“Semoga ketersediaan solar kembali mudah didapat. Tadi dari SPBU Paiton kebetulan kosong, jadi saya langsung geser ke SPBU Semampir,” jelas Bunarwi.
Keluhan tersebut menjadi gambaran kendala yang masih dirasakan sebagian pengemudi dalam memperoleh BBM, meskipun hasil sidak kepolisian belum menunjukkan adanya persoalan signifikan secara umum.
Sementara itu, berdasarkan informasi dari pihak SPBU, antrean kendaraan diduga berkaitan dengan keterlambatan pengiriman BBM ke wilayah Kabupaten Probolinggo. Keterlambatan tersebut terjadi di tengah perbaikan Jembatan Pajarakan yang berada di jalur Pantura penghubung Surabaya–Bali maupun arah sebaliknya.
Perbaikan jembatan tersebut berdampak pada kelancaran arus kendaraan di jalur utama distribusi. Namun, penyebab keterlambatan pengiriman dan kondisi stok masing-masing jenis BBM masih perlu dipastikan lebih lanjut.
Melalui sidak di 11 SPBU, Polres Probolinggo berupaya memantau situasi di lapangan sekaligus memastikan kebutuhan BBM masyarakat tetap terpenuhi. Sementara itu, para pengemudi berharap pasokan solar kembali lancar sehingga aktivitas transportasi dan distribusi barang tidak terganggu. (*)
Editor : A. Ramadhan























