PACITAN - Kekhawatiran masyarakat terkait ketersediaan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di Pacitan dipastikan tidak perlu terjadi. Perum Bulog memastikan stok beras di wilayah kerjanya dalam kondisi aman, termasuk untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di Kabupaten Pacitan.
Pimpinan Cabang Bulog Ponorogo Budiwan Susanto menyebut, stok beras yang berada di wilayah kerjanya saat ini mencapai sekitar 101 ribu ton. Sementara khusus di gudang Bulog Pacitan, persediaan bahkan sudah mendekati kapasitas maksimal. “Untuk stok sangat aman. Di gudang Pacitan, stok kami juga sudah penuh, hampir 3.600 ton. Jadi untuk kondisi sekarang sangat aman,” kata Budiwan.
Kepastian stok tersebut sekaligus menjadi jaminan bahwa kebutuhan beras SPHP di tingkat konsumen tetap dapat dipenuhi. Bulog mengaku rutin melakukan distribusi ke pasar, termasuk Pasar Minulyo Pacitan. Bahkan, untuk menjaga ketersediaan beras SPHP di pasaran, pengiriman dapat dilakukan lebih dari sekali dalam sepekan. “Untuk penugasan terkait SPHP, untuk Pasar Minulyo sangat rutin kita isi untuk ketersediaannya. Bahkan kadang-kadang kita isi dua kali seminggu,” jelasnya.
Selain memastikan pasokan, Bulog juga menyatakan pengawasan terhadap kualitas dan peredaran beras dilakukan bersama sejumlah instansi terkait. Setiap laporan maupun temuan di lapangan akan dikoordinasikan untuk ditindaklanjuti. “Kami bekerja sama, tidak hanya dari Bulog. Ada dinas perindustrian, kemudian dinas ketahanan pangan. Kita saling berkoordinasi untuk kondisi lapangan. Kalau ada laporan nanti kita tindak lanjuti,” ujarnya.
Jaminan ketersediaan beras juga diperkuat melalui penyerapan hasil panen petani lokal. Untuk wilayah Pacitan, Bulog mencatat telah menyerap hampir 2.000 ton beras sepanjang tahun ini. “Tahun ini kita serap dari petani lokal. Untuk Pacitan, tahun ini hampir sekitar 2 ribu ton kita serap dan kita masukkan ke gudang Bulog,” kata Budiwan.
Secara keseluruhan, penugasan penyerapan Bulog tahun ini juga mengalami peningkatan. Jika sebelumnya target penyerapan berada di kisaran 60 hingga 65 ribu ton, tahun ini jumlahnya meningkat menjadi sekitar 79 ribu ton.
Di sisi lain, operasi pasar yang dilakukan Polres Pacitan bersama instansi terkait akan terus dilanjutkan. Pengawasan tidak hanya menyasar harga beras SPHP, tetapi juga mencakup kesesuaian takaran, kualitas beras, ketersediaan stok, hingga kelancaran distribusi. (Edwin Adji)
Editor : JTV Pacitan

















