GRESIK - Haul Kanjeng Sunan Giri yang diselenggarakan di sepanjang jalan Sunan Giri, Gresik, Sabtu (5/9) malam berlangsung khidmat.
Sekitar 50 ribu santri khidmat menyimak haul salah satu anggota Wali Songo yang berjasa menyebarkan Islam di nusantara secara damai melalui akhlak dan budaya ini.
Termasuk Mina yang ambil bagian dalam kegiatan yang dihadiri Al-Habib Quraisy bin Qosim Baharun itu.
Tak hanya ikut berdzikir di puncak acara, tapi sejak pagi hari perempuan 42 tahun ini bersama-sama dengan sejumlah rekannya yang lain sibuk menyiapkan dukungan konsumsi bagi panitia dan jamaah yang mulai berdatangan.
“Alhamdulillah kami mendapat dukungan LPG dari ArsyGas. Mantab sekali gasnya, jos gandos. Apinya biru dan masakan bisa cepat matang merata,” kata Mina saat ditemui di salah satu dapur tempat memasak di kawasan Jalan Sunan Prapen— 300 meter sebelah barat makam.
Siang itu Mina memang tampak sibuk menyiapkan aneka makanan termasuk nasi, kerang hijau, dan sayur sop untuk mengganjal perut mereka yang merayakan kegiatan rutin tahunan itu.
ArsyGas adalah brand gas pertama di Indonesia yang memudahkan pengguna untuk memesan tabung gas secara online, serta ditimbang ketika baru datang dan kembali ditimbang ketika sudah habis terpakai.
Aplikasi ini dikembangkan oleh PT ARSynergy NiX Indonesia dan mulai beroperasi pada April 2024.
ArsyGas menggabungkan kekuatan PT ARSynergy Resources dan PT NiX Capital Indonesia, untuk menyediakan energi bersih berkualitas, mengurangi impor LPG, dan mendukung kelestarian lingkungan di Indonesia.
Dengan demikian, grup Arsynergy dapat mengontrol kualitas dan kuantitas LPG ArsyGas yang dijual.
Sebagai informasi, grup Arsynergy memiliki kilang pengolahan LPG di Kawasan Industri Maspion V, Manyar atau hanya 30 menit berkendara dari makam Sunan Giri.
“Alhamdulilllah kami diperkenankan untuk ambil bagian dalam kegiatan ruhaniah ini bersama jamaah dari Gresik, dari Jawa Timur, dan dari daerah lain. Mari teladani akhlak, kegigihan dakwah, dan kearifan budaya Waliullah Sunan Giri dalam membangun peradaban yang madani,” kata Radiansyah, General Manager ArsyGas, Gresik.
Menurut catatan, Sunan Giri lahir di Blambangan di tahun 1442 M dan dimakamkan di desa Giri, Gresik pada tahun 1506.
Sunan Giri membangun Giri Kedaton sebagai pusat penyebaran agama Islam yang pengaruhnya sampai ke Madura, Lombok, Kalimantan, Sulawesi, hingga Maluku.
Terdapat beberapa karya budaya Jawa yang sering dianggap berhubungan dengan Sunan Giri, diantaranya adalah permainan-permainan anak seperti Jelungan, dan Cublak Suweng; serta beberapa gending Jawa seperti Asmaradana dan Pucung. (*)
Editor : M Fakhrurrozi

















