SIDOARJO - Sebanyak 45 santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Tanggulangin, Sidoarjo, kembali dilarikan ke rumah sakit pada Senin (7/9/2026) malam. Kondisi mereka memburuk setelah sebelumnya dirawat akibat dugaan keracunan makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Para santri tersebut dievakuasi ke dua fasilitas kesehatan, yakni RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo dan RSI Siti Hajar. Sebanyak 36 santri dirawat di RSUD R.T. Notopuro, sedangkan sisanya ditangani RSI Siti Hajar. Mereka dilarikan ke rumah sakit setelah mengeluh mual, muntah, diare hingga lemas.
Humas RSUD R.T. Notopuro, Rizqi Maulana, mengatakan pasien mulai berdatangan secara bertahap pada Senin malam. Para santri sebelumnya sempat menjalani rawat jalan dan kembali ke pondok, tetapi kemudian kembali mengalami keluhan.
"Tadi malam datang lagi mulai setelah habis Isya. Berangsur datang, mulai enam orang awalnya sampai 36 orang. Setelah dirawat, sampai Selasa pagi, 31 orang sudah pulang dan 5 orang masih dirawat. Keluhannya sama, mual, muntah, diare dan lemas," ujar Rizqi.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Sidoarjo hingga Selasa (8/9/2026) pukul 06.35 WIB, mayoritas santri yang kembali dibawa ke rumah sakit telah diperbolehkan pulang setelah mendapatkan penanganan medis. Sementara pada perkembangan Selasa sore, jumlah santri yang masih menjalani rawat inap di RSUD R.T. Notopuro tersisa dua orang.
Kondisi ini kembali memicu kekhawatiran para orang tua santri. Shofa, 40 tahun, wali santri Aisyah Nurin, 13 tahun, asal Jombang, mengaku terkejut ketika mendapat kabar pada tengah malam bahwa putrinya kembali dibawa ke rumah sakit.
Menurut Shofa, pihak pesantren sebenarnya telah menghentikan pembagian menu MBG sejak kejadian dugaan keracunan sebelumnya. Ia menduga keluhan yang muncul kembali berkaitan dengan kondisi fisik santri yang belum sepenuhnya pulih.
"Anak saya sebelumnya menjalani rawat jalan dan sempat saya bawa pulang ke Jombang. Hari Minggu kemarin, dia kembali ke pondok karena kondisinya sudah agak membaik. Tapi, tengah malam tadi saya mendapat kabar bahwa anak saya kembali dibawa ke rumah sakit karena mengeluh mual dan muntah. Mungkin kondisi anak-anak belum pulih total,” ujar Shofa.
Pihak rumah sakit mengimbau masyarakat dan pengurus pesantren segera membawa santri ke fasilitas kesehatan apabila kembali mengalami keluhan setelah menjalani pengobatan. Sementara itu, penyebab medis munculnya keluhan susulan masih ditangani tim dokter dan Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo. (*)
Editor : A. Ramadhan



















