Menu
Pencarian

Semeru Erupsi Menjelang Magrib, Awan Panas Guguran Meluncur 3 Kilometer

Yongki Nugroho - Selasa, 24 Februari 2026 22:11
Semeru Erupsi Menjelang Magrib, Awan Panas Guguran Meluncur 3 Kilometer
Awan panas guguran meluncur dari puncak Gunung Semeru ke arah tenggara sejauh sekitar 3 kilometer saat erupsi pada Selasa (24/2/2026) petang.

LUMAJANG - Gunung Semeru kembali erupsi pada Selasa, 24 Februari 2026, sekitar pukul 17.36 WIB. Letusan disertai kolom abu di atas puncak serta luncuran awan panas guguran (APG) sejauh sekitar 3 kilometer ke arah tenggara atau Besuk Kobokan.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Api Semeru melaporkan kolom abu teramati berwarna kelabu hingga cokelat dengan intensitas tebal dan condong ke arah tenggara. Aktivitas erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi lebih dari dua menit.

Kepala Pelaksana BPBD Lumajang Isnugroho memastikan radius erupsi yang terjadi masih jauh dari aktivitas permukiman warga. Namun ia mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi awan panas susulan dan banjir lahar, terutama jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi di kawasan puncak.

Menurut Isnugroho, material vulkanik yang menumpuk di lereng berisiko terbawa arus air dan mengarah ke sungai-sungai berhulu di Gunung Semeru.

Baca Juga :   BPBD Lumajang Imbau Masyarakat Waspada Semeru Sering Erupsi dan Banjir Lahar

"Luncuran awan panas guguran membuat tumpukan material vulkanik di lereng semakin banyak. Saat ini hujan masih turun dengan intensitas sedang hingga tinggi. Jika hujan berlangsung lama, material tersebut berpotensi terbawa arus ke aliran sungai dibawah. Karena itu, kami minta warga tidak mendekati zona bahaya dan selalu mengikuti arahan petugas di lapangan," ujarnya.

Hingga saat ini, status aktivitas vulkanik Semeru masih berada pada Level III atau Siaga. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang aliran Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak.

Selain itu, warga juga dilarang beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah karena berpotensi terjadi lontaran batu pijar. (*)

Baca Juga :   BPBD Lumajang Kirim Logistik ke Titik-titik Pengungsian

Editor : A. Ramadhan






Berita Lain



Berlangganan Newsletter

Berlangganan untuk mendapatkan berita-berita menarik dari PortalJTV.Com.

    Cek di folder inbox atau folder spam. Berhenti berlangganan kapan saja.