NGAWI - Sekolah Rakyat Terintegrasi Ngawi segera memulai pembelajaran rutin setelah para siswa menyelesaikan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Selain menerapkan kurikulum nasional, sekolah berbasis asrama ini akan mengembangkan tiga pilar kurikulum yang mencakup pendidikan formal, orientasi, serta pembinaan di asrama.
Seluruh calon siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi Ngawi sebelumnya telah menjalani pemeriksaan kesehatan gratis sebagai bagian dari persiapan sebelum mengikuti kegiatan belajar mengajar.
Dalam waktu dekat, ratusan siswa juga akan mengikuti MPLS sebagai tahap awal sebelum memasuki pembelajaran rutin.
Kepala SD dan SMP Sekolah Rakyat Terintegrasi Ngawi, Indarti, mengatakan untuk sementara pemenuhan tenaga pendidik dilakukan melalui kerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Ngawi serta Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur di Madiun.
Baca Juga : MPLS Digelar, Pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi di Kabupaten Madiun Tersisa Lima Persen
Para tenaga pendidik yang saat ini mengajar masih berstatus sebagai guru tamu. Pemenuhan kebutuhan guru akan terus disesuaikan dengan kebutuhan pembelajaran di Sekolah Rakyat Terintegrasi Ngawi.
Dari sisi kurikulum, sekolah tetap menggunakan kurikulum nasional sesuai arahan Kementerian Pendidikan. Namun, karena menerapkan sistem boarding school, terdapat tiga pilar kurikulum yang akan dijalankan.
Tiga pilar tersebut meliputi kurikulum orientasi atau persiapan, kurikulum pendidikan formal berbasis standar nasional, serta kurikulum asrama atau boarding.
Baca Juga : Empat SD di Tulungagung Nihil Siswa Baru, Tunjangan Sertifikasi Guru Terancam Tak Cair
Kurikulum asrama nantinya berfokus pada pembentukan karakter, kepemimpinan, dan kecakapan siswa. Seluruh kegiatan siswa telah disusun dalam jadwal harian yang cukup padat, mulai pukul 04.00 hingga 21.00 WIB.
Sistem pendidikan berbasis asrama tersebut membuat aktivitas siswa tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga mencakup berbagai kegiatan pembinaan dan pengembangan karakter di lingkungan asrama.
Karena menerapkan sistem boarding, pihak sekolah juga akan mengatur jadwal khusus bagi wali murid atau orang tua untuk berkunjung. Hal tersebut dilakukan agar komunikasi antara siswa, sekolah, dan keluarga tetap terjaga selama siswa mengikuti pendidikan di Sekolah Rakyat Terintegrasi Ngawi.
Editor : JTV Madiun



















