SURABAYA - Gubernur Khofifah Indar Parawansa dan Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak, genap satu tahun memimpin Jawa Timur, pada 20 Februari 2026. Memperingati satu tahun Khofifah-Emil, JTV menggelar Forum Group Discussion (FGD) spesial Jatim Gaspol di Studio JTV, Jum'at (20/2/2026) malam.
Kegiatan dihadiri Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Jawa Timur, Mohammad Yasin, Kepala Dinas Perhubungan Jatim, Nyono, Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi Jatim, Sherlita Ratna Dewi Agustin.
Selain itu, forum bertema Jatim Maju, Adil, Makmur, Unggul dan Berkelanjutan ini dihadiri Akademisi Suko Widodo, Ketua PKS Jatim, Bagus Prasetia Lelana, Legislator dari PDI Perjuangan Jatim, Budi Sulistyono atau Kanang. perwakilan mahasiswa, Ormas, asosiasi buruh dan nelayan.
Kegiatan diawali dengan pemutaran video capaian program pemerintahan Khofifah - Emil selama satu tahun terakhir, mulai dari pendidikan, kesehatan, infrastruktur hingga transportasi. Turut juga ditampilkan capaian Khofifah-Emil yang berhasil meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan menurunkan angka kemiskinan.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Jawa Timur, Mohammad Yasin, menyampaikan bahwa selama tahun menjabat, Gubernur Khofifah Indar Parawansa dan Wakil Gubernur Emil Elistianto Dardak telah berhasil berbagai program dan membutuhkan masukan dari masyarakat.
"Ya, saya kira memang ini langkah awal satu tahun kepemimpinan itu, kita butuh respon dari masyarakat. Dan kita juga bisa melihat apa yang kita sampaikan tadi berbasis data. Bukan potret dari kami, tapi memang potret dari sebuah lembaga yang memang punya kewenangan mengeluarkan data. Itu yang pertama. Tentunya, masukan dari masyarakat tadi, dari berbagai perwakilan tinggi, dari partai politik, dari organisasi kemasyarakatan, menjadi penting bagi kami dan Ibu Gubernur dan Pak Wakil Gubernur untuk bagaimana menyempurnakan kebijakan-bijakan yang untuk semakin meningkatkan keberhasilan kita 4 tahun ke depan,” ujar Mohammad Yasin.
M. Yasin menambahkan, bahwa satu tahun kepemimpinan ini merupakan langkah awal dalam penguatan sumber daya manusia untuk mempercepat transformasi ekonomi.
"Memang selama 5 tahun, Ibu Gubernur dan Pak Wagub mengikuti agenda pemerintah pusat yakni penguatan SDM karena konteksnya Indonesia Emas 2045," paparnya.
Salah satu keberhasilan yang telah dicapai Gubernur Khofifah dan Wagub Emil adalah mengurangi angka kemiskinan.
"Jawa Timur dikenal sebagai salah satu kantong kemiskinan nasional dan Ibu Gubernur dan Wakil Gubernur berhasil menurunkan angka kemiskinan hingga 9,3 persen. Ketimpangan antara desa dan kota juga terus ditekan. Tingkat pengangguran terbuka berada di bawah rata-rata nasional, yakni sekitar 3,7 persen," paparnya.
Pertumbuhan ekonomi Jawa Timur, lanjutnya, tercatat sebesar 5,85 persen.
"Capaian ini melampaui rata-rata nasional dan tetap menempatkan Jawa Timur sebagai penyumbang ekonomi terbesar kedua setelah DKI Jakarta," ungkapnya.
Berdasarkan Indikator Kinerja Utama (IKU) dalam dokumen RPJMD, Mohammad Yasin menyebut target tahun pertama sebagian besar tercapai. Selain kemiskinan dan pengangguran, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Jawa Timur berada di atas rata-rata nasional. Indikator lain seperti indeks ketimpangan gender, lingkungan hidup, dan reformasi birokrasi juga sesuai target.
Pertumbuhan ekonomi yang hampir menyentuh 6 persen dinilai tidak lepas dari kebijakan menjaga daya beli masyarakat melalui misi dagang dan pasar murah.

Sementara itu, Kadishub Jatim, Nyono menyampaikan mengembangkan program Jatim Akses melalui layanan Trans Jatim dari koridor 1 hingga 8.
"Program ini dinilai membantu masyarakat kecil karena tarif terjangkau, waktu tempuh lebih pasti, serta meningkatkan keselamatan pengguna jalan dengan sistem berbasis aplikasi," terangnya.
Untuk tahun 2026, lanjut Nyono, Pemprov Jatim menargetkan penyelesaian koridor 2 dan 3 di Malang Raya.
"Ibu Gubernur ingin ada 3 koridor di Malang Raya. Saat ini, sudah berjalan satu koridor dan ditargetkan dua koridor akan segera diselesaikan. Selain itu, minimal satu koridor Trans Jatim akan hadir di wilayah Madiun dan sekitarnya, Bojonegoro, Jember, Pamekasan, hingga Kediri," paparnya.
Selain transportasi darat, Nyono menyampaikan bahwa Pemprov Jatim juga menjalankan program Trans Laut Jawa Timur sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat kepulauan, khususnya Madura dan sekitarnya, guna memperkuat konektivitas wilayah.
Nyono menjelaskan efisiensi anggaran tidak menjadi kendala karena Gubernur fokus pada kegiatan yang berdampak langsung bagi masyarakat.
"Program yang tidak memiliki dampak signifikan dialihkan ke program prioritas. Pemprov Jatim juga aktif mengajukan program prioritas ke kementerian dan lembaga pusat. Hasilnya, sejumlah program strategis berhasil diperoleh, seperti Inpres Jalan Desa, bantuan pembangunan flyover Taman Pelangi, hingga dukungan infrastruktur di kawasan Teluk Lamong," pungkasnya.

Sementara itu, Suko Widodo menilai Pemerintah Provinsi Jawa Timur merupakan yang terbaik.
"Biasanya Gubernur dan Wakil Gubernur kan tawuran, bukan Bupati dan Wakil Bupati lho. Ya inilah kita blak-blakan. Karena itu, saya minta Bupati dan Wakil Bupati serta Wali Kota dan Wakil Wali Kota tidak bertengkar. Sejauh yang saya lihat, kelebihan Jawa Timur itu tiadanya polarisasi, legitimasi kuat banget di Ibu Khofifah," tuturnya.
Secara keseluruhan, Jawa Timur memiliki potensi besar untuk terus berkembang. Tantangan ke depan adalah bagaimana potensi tersebut dikelola secara tepat dan berkelanjutan, terutama dengan melibatkan generasi muda sebagai motor penggerak pembangunan agar Jawa Timur semakin maju dan berdaya saing. (Yona Salma)
Editor : M Fakhrurrozi



















