Film drama keluarga Rumah Tanpa Cahaya resmi tayang di bioskop mulai Kamis (11/2/2026). Seminggu menjelang Ramadan, film hasil kolaborasi Citra Sinema dan Sinemart ini hadir membawa kisah menyentuh tentang arti kehilangan dan perjuangan sebuah keluarga setelah sosok ibu tiada.
Disutradarai oleh Odi Harahap, film ini menghadirkan cerita yang dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia. Skenario film ditulis oleh Syaikhu Luthfi, Deddy Mizwar, Zairin Zain, Odi Harahap, Amiruddin Olland, dan Rafi Muhammad Zuhdi.
Deretan aktor senior dan muda turut memperkuat film ini. Ira Wibowo memerankan sosok Ibu, Donny Damara sebagai Bapak, Ridwan A. Ghani sebagai Samsul, Lavicky Nicholas sebagai Azizi, serta Dea Annisa sebagai Alia.
Kisah Rumah yang Kehilangan “Cahaya”
Rumah Tanpa Cahaya mengisahkan sebuah keluarga yang awalnya hidup harmonis. Sosok ibu digambarkan sebagai pusat kehidupan rumah tangga yang mengatur segala hal, bahkan hingga detail kecil seperti posisi remot televisi dan pakaian anggota keluarga. Hal-hal sederhana yang terasa biasa justru menjadi fondasi kehangatan sebuah rumah.
Namun kebahagiaan itu berubah drastis ketika sang ibu meninggal dunia. Ibarat cahaya yang tiba-tiba padam, rumah tersebut menjadi redup dan kehilangan arah.
Duka mendalam memaksa sang ayah dan dua anaknya berjuang melanjutkan hidup sekaligus mempertahankan usaha empal gentong keluarga yang sebelumnya sukses. Tanpa kehadiran ibu sebagai pengatur utama, usaha itu mulai goyah. Resep yang selalu gagal hingga menjadi korban penipuan menambah daftar persoalan yang mereka hadapi.
Konflik internal pun tak terhindarkan. Beban tanggung jawab dan kehilangan membuat hubungan antaranggota keluarga diuji. Namun di akhir cerita, film ini menghadirkan pesan mengharukan bahwa meski ibu telah tiada, nilai dan kasih sayangnya akan selalu hidup dalam langkah anak-anaknya.
Pesan Deddy Mizwar: Hargai Ibu Selagi Ada
Produser sekaligus penulis skenario, Deddy Mizwar, mengungkapkan bahwa film ini ingin mengingatkan pentingnya menghargai sosok ibu sebelum terlambat.
“Seorang ibu itu baru terasa kehadiran setelah enggak ada. Waktu itu dia biasa-biasa aja kan karena dia sudah terbiasa mencintai kita. Wajar seorang ibu mencintai anggota keluarganya, terasa biasa. Dan begitu dia pergi, ada yang kosong di ruang hati kita. Makanya baik-baiklah masih hidup ibunya ya, dan doakan terus kalau sudah meninggal,” ujar Deddy Mizwar di Epicentrum XXI, Jakarta Selatan, Senin (9/2/2026).
Ia juga menyoroti kompleksitas peran seorang ibu dalam keluarga.
“Seorang ibu bisa mengurus sepuluh anak, tapi sepuluh anak-anak belum tentu bisa merawat ibunya,” tambahnya.
Senada dengan itu, Lavicky Nicholas yang memerankan Azizi menyebut bahwa film ini mengajarkan makna warisan yang sesungguhnya dari orang tua.
“Inti dari film ini membuat kita sadar bahwa waris yang terbaik dari orang tua itu bukan cuma harta, tapi adalah ikhlas dan kasih sayang,” ujarnya.
Tontonan Reflektif Jelang Ramadan
Dengan nuansa drama keluarga yang emosional, Rumah Tanpa Cahaya menjadi salah satu film yang relevan ditonton menjelang Ramadan. Selain menyajikan konflik realistis, film ini juga mengajak penonton untuk merefleksikan hubungan dengan orang tua dan keluarga.
Film berdurasi sekitar dua jam ini sudah dapat disaksikan di jaringan bioskop seluruh Indonesia mulai hari ini.
Bagi penonton yang ingin menikmati tontonan penuh makna dan menghangatkan hati, Rumah Tanpa Cahaya bisa menjadi pilihan akhir pekan bersama keluarga. (Dea Angelina)
Editor : Iwan Iwe



















