NGANJUK - Ratusan warga Kabupaten Nganjuk diduga menjadi korban penipuan online berkedok platform penghasil uang bernama Snapboost. Para korban mengaku tergiur janji keuntungan cepat investasi modal.
Snapboost menawarkan skema deposit dengan iming-iming cashback 100 persen dalam dua hari. Namun, setelah dana disetor, saldo tidak bisa ditarik kembali.
Informasi yang dihimpun, korban berasal dari berbagai kalangan, mulai pensiunan ASN, pelaku usaha kecil, hingga masyarakat umum. Salah satu korban menyebut jumlah korban di Nganjuk diperkirakan lebih dari 600 orang. Kerugian bervariasi, mulai Rp500 ribu hingga puluhan juta rupiah.
Pada tahap awal, sebagian korban mengaku sempat menerima keuntungan kecil sehingga semakin percaya. Selanjutnya mereka diminta menambah setoran dana dengan iming-iming hasil lebih besar. Namun saat dana sudah besar, saldo di aplikasi disebut macet dan tidak bisa dicairkan.
Baca Juga : Ratusan Warga Nganjuk Diduga Jadi Korban Penipuan Berkedok Investasi Online
Korban yang merasa tertipu kemudian mendatangi leader atau koordinator member di wilayah Nganjuk dan melaporkan dugaan investasi bodong tersebut ke Polres Nganjuk.
Seorang pria berinisal Thomas Eko Winarto kemudian datang ke Polres Nganjuk untuk memberikan klarifikasi dan meminta pengamanan karena banyak korban mencarinya. Ia mengklaim juga sebagai korban.
Polisi menyatakan menerima laporan dan keterangan awal dari para korban. Saat ini penyelidikan masih dilakukan dengan mengumpulkan bukti-bukti terkait dugaan penipuan tersebut. (*)
Baca Juga : Puluhan Hektar Cabai Rawit Rusak di Nganjuk, Petani Mengaku Merugi
Editor : A. Ramadhan



















