Menu
Pencarian


Ratusan Hektare Padi di Sukodadi Terancam Gagal Panen akibat Kekurangan Air

Zulkifli Zakaria - Rabu, 7 Oktober 2026 12:43
Ratusan Hektare Padi di Sukodadi Terancam Gagal Panen akibat Kekurangan Air
Padi di Kecamatan Sukodadi, Lamongan terancam mati akibat kekurangan air. (Foto: Zulkifli Zakaria)

LAMONGAN - Ratusan hektare tanaman padi di Kecamatan Sukodadi, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, terancam gagal panen akibat kesulitan mendapatkan pasokan air di tengah musim kemarau.

Kondisi tersebut terjadi ketika sebagian tanaman padi sudah memasuki masa akhir pertumbuhan dan diperkirakan tinggal sekitar dua pekan menuju panen. Namun, sebagian tanaman mulai mengering karena kebutuhan air tidak terpenuhi.

Salah satu petani di Desa Sidogembul, Kecamatan Sukodadi, Supeno, mengatakan kondisi sawah semakin mengkhawatirkan. Tanaman padi yang seharusnya segera dipanen justru mulai mengering.

Menurutnya, petani kesulitan mendapatkan pasokan air untuk mempertahankan tanaman hingga masa panen. Mereka bahkan berupaya mendapatkan air dari Waduk Gondang.

Baca Juga :   Tim SAR Cari Bocah 9 Tahun Tenggelam di Bengawan Solo Lamongan

"Biasanya lima hari beli air dari Waduk Gondang, sawah sudah penuh. Sekarang dibatasi hanya tiga hari, itu pun tidak penuh,” ujar Supeno.

Keterbatasan pasokan air membuat petani mencari alternatif dengan memasang pompa di sekitar sawah. Namun, upaya tersebut belum banyak membantu karena sumber air juga semakin terbatas akibat panjangnya musim kemarau.

Kondisi lahan juga terlihat semakin kering. Permukaan tanah di sejumlah bagian sawah mulai retak, sementara tanaman padi yang mendekati masa panen tampak mengering.

Baca Juga :   Kades Tak Tepati Janji Mundur, Warga Blawirejo Demo dan Rusak Fasilitas Balai Desa

Supeno khawatir jika kondisi tersebut terus berlangsung, tanaman padi yang sudah mendekati panen tidak dapat diselamatkan dan petani mengalami kerugian.

"Kalau dibiarkan, otomatis petani akan gagal panen," katanya.

Kekurangan air menjadi persoalan serius bagi petani karena tanaman sudah berada pada fase akhir sebelum panen. Petani berharap pasokan air dapat kembali ditingkatkan sehingga tanaman yang masih bertahan bisa diselamatkan hingga masa panen.

Baca Juga :   Pasar Desa Sungelebak Lumpuh, Puluhan Kios Terendam Banjir Luapan Bengawan Jero

Sebelumnya, data Kementerian Pertanian per 29 Agustus 2026 yang disampaikan DPRD Jawa Timur mencatat sekitar 3.450 hektare lahan padi di Lamongan terdampak kekeringan. Dari jumlah tersebut, 200 hektare lebih masih dalam penanganan melalui sejumlah upaya, termasuk pompanisasi dan normalisasi saluran irigasi. (*)

Editor : A. Ramadhan






Berita Lain



Berlangganan Newsletter

Berlangganan untuk mendapatkan berita-berita menarik dari PortalJTV.Com.

    Cek di folder inbox atau folder spam. Berhenti berlangganan kapan saja.