KOTA MALANG - Tawas atau yang dikenal juga dengan istilah alum merupakan senyawa mineral yang telah lama dimanfaatkan dalam berbagai kebutuhan rumah tangga. Meski bentuknya sederhana, kristal berwarna bening keputihan ini memiliki peran penting, terutama dalam proses penjernihan air dan perawatan tubuh secara alami.
Dalam bidang pengolahan air, tawas digunakan sebagai bahan koagulan. Fungsinya adalah mengikat partikel-partikel kotoran yang melayang di dalam air agar menggumpal dan mengendap di dasar wadah. Proses ini membuat air yang semula keruh menjadi lebih jernih dan layak digunakan untuk kebutuhan sehari-hari setelah melalui tahap penyaringan lanjutan.

Tak hanya berhenti di situ, tawas juga populer sebagai bahan perawatan tubuh tradisional. Sifat antibakteri dan astringennya membuat mineral ini kerap dijadikan alternatif deodoran alami. Dengan menghambat pertumbuhan bakteri penyebab bau badan, tawas membantu menjaga kesegaran tubuh tanpa tambahan pewangi sintetis.
Di bidang perawatan kulit, tawas sering dimanfaatkan untuk meredakan iritasi ringan setelah bercukur. Kandungan astringennya membantu mengecilkan pori-pori serta menenangkan kulit. Beberapa orang juga menggunakannya untuk membantu mengatasi jerawat ringan karena kemampuannya membersihkan bakteri di permukaan kulit.
Selain itu, tawas dikenal mampu membantu menghentikan perdarahan kecil akibat luka gores atau lecet ringan. Efeknya yang dapat mempercepat pembekuan darah menjadikannya sebagai pertolongan pertama sederhana di rumah.
Meski memiliki banyak kegunaan, penggunaan tawas tetap perlu dilakukan secara bijak dan tidak berlebihan. Untuk perawatan kulit, sebaiknya dilakukan uji coba pada sebagian kecil kulit terlebih dahulu guna menghindari reaksi sensitif.
Dengan harga yang relatif terjangkau dan manfaat yang beragam, tawas tetap menjadi bahan serbaguna yang relevan digunakan hingga kini, baik untuk kebutuhan kebersihan air maupun perawatan diri sehari-hari. (Prakerin-Fatir)
Editor : JTV Malang



















