Banyak penderita asam lambung merasa ragu menjalani ibadah puasa karena khawatir gejalanya akan kambuh. Padahal, dalam kondisi tertentu, puasa justru dapat membantu memperbaiki pola kerja lambung dan sistem pencernaan.
Dalam istilah medis, gangguan asam lambung yang sering dikeluhkan masyarakat dikenal sebagai Gastroesophageal Reflux Disease (GERD). Kondisi ini terjadi ketika asam lambung naik ke kerongkongan akibat melemahnya katup lambung, sehingga menimbulkan sensasi terbakar di dada (heartburn), mulut terasa pahit, nyeri ulu hati, hingga sesak napas.
Puasa dan Regulasi Pencernaan
Menahan lapar dan haus selama kurang lebih 12 jam kerap dianggap memperburuk keadaan. Namun, sejumlah penelitian menunjukkan hal sebaliknya. Dilansir dari Journal of Clinical Gastroenterology (2023) dalam artikel “The Impact of Intermittent Fasting on Patients With Suspected Gastroesophageal Reflux Disease”, puasa terbukti membantu mengurangi gejala GERD dengan meningkatkan regulasi sistem pencernaan serta menstabilkan produksi asam lambung.
Secara fisiologis, puasa memberikan waktu bagi lambung untuk beristirahat karena tidak terus-menerus menerima asupan makanan. Selain itu, periode puasa yang teratur berkaitan dengan peningkatan hormon serotonin dan endorfin yang membantu mengelola stres—salah satu pemicu utama refluks asam lambung.
Tips Aman Berpuasa bagi Penderita GERD
Agar ibadah puasa berjalan nyaman tanpa gangguan nyeri lambung, penderita disarankan mengikuti beberapa aturan berikut:
- Hindari Makan Porsi Besar Sekaligus
Makan berlebihan saat berbuka dapat meningkatkan tekanan pada lambung secara mendadak. Sebaiknya berbuka dengan porsi kecil terlebih dahulu (seperti takjil ringan), lalu beri jeda sebelum masuk ke menu utama.
- Pilih Makanan yang Mudah Dicerna
Batasi konsumsi gorengan, makanan pedas, kafein, makanan asam, serta minuman bersoda baik saat berbuka maupun sahur. Pilihlah karbohidrat kompleks seperti nasi atau oatmeal, sayuran, dan protein yang tidak digoreng.
- Beri Jarak Antara Makan dan Tidur
Ini adalah aturan krusial. Hindari langsung berbaring setelah berbuka atau sahur. Beri jeda sekitar dua hingga tiga jam sebelum tidur untuk mencegah asam lambung naik kembali ke kerongkongan.
Dengan pengaturan pola makan yang bijak, puasa bukanlah larangan mutlak bagi penderita asam lambung. Sebaliknya, momen Ramadan ini dapat menjadi kesempatan untuk memperbaiki pola hidup dan menjaga kesehatan pencernaan dalam jangka panjang. (Luluk Listiani)
Editor : Iwan Iwe



















