KEDIRI - Gelombang penolakan terhadap regulasi pengelolaan pasar di Kota Kediri terus berlanjut. Para pedagang Pasar Pahing kini menggelar aksi protes dengan memasang sejumlah poster dan banner di area pintu masuk pasar. Mereka menyoroti kinerja Perumda Pasar Joyoboyo yang dinilai merugikan pihak pedagang.
Isi poster-poster tersebut secara garis besar menyuarakan penolakan terhadap sistem pengelolaan pasar saat ini. Para pedagang merasa aturan yang diterapkan oleh pihak pengelola tidak berpihak pada mereka dan justru menjadi biang kerok menurunnya tingkat kunjungan pembeli ke pasar tradisional tersebut.
Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Pahing Pujito menuntut agar aksi protes ini segera mendapat respons cepat, terutama dari Pemerintah Kota Kediri. "Kami hanya berharap agar pedagang bisa kembali berjualan dengan nyaman dan aman tanpa adanya tekanan," ungkap Pujito.
Menanggapi eskalasi protes tersebut, manajemen Perumda Pasar Joyoboyo mengklaim terus berupaya membangun komunikasi dua arah dengan para pedagang. Langkah persuasif ini diambil guna memastikan setiap keluhan dan aspirasi di lapangan dapat ditampung serta ditindaklanjuti secara proporsional.
Sebelum aksi pemasangan spanduk ini meluas, sebenarnya telah ada kesepakatan awal antara perwakilan pedagang dan pengelola. Pihak Perumda Pasar Joyoboyo menyarankan agar para pedagang mengirimkan daftar keluhan melalui surat resmi. Surat tertulis itulah yang nantinya akan dijadikan dasar pijakan oleh pengelola untuk melakukan evaluasi dan menyusun laporan terkait kondisi riil para pedagang.(Beny Kurniawan)
Editor : JTV Kediri

















