SURABAYA - Final Piala Dunia 2026 mempertemukan dua kekuatan besar sepak bola dunia, Spanyol dan Argentina, di MetLife Stadium, East Rutherford, New Jersey, Senin (20/7/2026) pukul 02.00 WIB. Pertandingan ini diprediksi berlangsung ketat. La Furia Roja berstatus juara Eropa 2024. La Albiceleste merupakan juara bertahan Piala Dunia 2022.
Kedua tim melaju ke final dengan modal yang sama-sama impresif. Spanyol lolos usai menyingkirkan Prancis 2-0 di semifinal. Argentina memastikan tiket final setelah bangkit mengalahkan Inggris 2-1. Meski sama-sama belum terkalahkan sepanjang turnamen, karakter permainan kedua tim sangat berbeda.
Spanyol tampil sebagai tim dengan pertahanan terbaik di Piala Dunia 2026. Tim besutan Luis de la Fuente hanya kebobolan satu gol dalam tujuh pertandingan dan mencatatkan enam clean sheet. Permainan La Furia Roja bertumpu pada penguasaan bola melalui Rodri, Pedri, dan Fabian Ruiz, yang didukung kreativitas Lamine Yamal serta ketajaman Mikel Oyarzabal di lini depan.
Sebaliknya, Argentina menjadi tim paling produktif sepanjang turnamen. Mereka melesakkan 18 gol di tujuh laga. Tim racikan Lionel Scaloni mengandalkan kombinasi pengalaman dan efektivitas serangan yang dipimpin Lionel Messi, Lautaro Martinez, serta Julian Alvarez. Di lini tengah, Enzo Fernandez dan Alexis Mac Allister menjadi motor permainan, sementara Emiliano Martinez kembali menjadi andalan di bawah mistar.
Baca Juga : Dari Fase Grup ke Final, Ini Perjalanan dan Rekor Argentina di Piala Dunia 2026
Dari sisi statistik, Argentina mencatat tujuh kemenangan beruntun sejak fase grup. Namun, Spanyol memiliki catatan pertahanan yang jauh lebih solid. La Furia Roja juga sukses meredam lini depan Prancis yang diperkuat Kylian Mbappe pada semifinal, sedangkan Argentina menunjukkan mental juara dengan membalikkan ketertinggalan saat menghadapi Inggris.
Pertarungan lini tengah diperkirakan menjadi penentu hasil pertandingan. Duel Rodri melawan Enzo Fernandez diprediksi akan menentukan penguasaan permainan. Di sisi sayap, kecepatan Lamine Yamal akan mendapat ujian dari pertahanan Argentina. Sementara Lionel Messi tetap menjadi ancaman utama bagi lini belakang Spanyol melalui visi bermain dan akurasi umpannya.
Rekor pertemuan kedua tim juga menunjukkan persaingan yang seimbang. Dari 14 pertemuan di semua ajang, Spanyol dan Argentina sama-sama mengoleksi enam kemenangan, sedangkan dua laga lainnya berakhir imbang. Di Piala Dunia, kedua negara baru sekali bertemu, yakni pada fase grup edisi 1966. Kala itu Argentina menekuk Spanyol dengan skor 2-1.
Secara statistik sepanjang Piala Dunia 2026, Spanyol sedikit lebih diunggulkan berkat keseimbangan antara lini belakang dan lini tengah. Namun, pengalaman Argentina sebagai juara bertahan membuat laga diprediksi berlangsung terbuka hingga menit-menit akhir.
Jika pertandingan harus berlanjut ke babak tambahan atau adu penalti, kehadiran Emiliano Martinez dan pengalaman para pemain Argentina di laga besar bisa menjadi faktor pembeda.
Final Piala Dunia 2026 diperkirakan menjadi duel dua filosofi sepak bola. Spanyol mengandalkan kontrol permainan dan disiplin taktik, sedangkan Argentina bertumpu pada efektivitas serangan serta mental juara yang telah mereka tunjukkan sepanjang turnamen. (*)
Editor : A. Ramadhan

















