JAKARTA - Pemerintah Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto kembali menegaskan komitmennya untuk melakukan penataan dan efisiensi besar-besaran terhadap sektor perusahaan pelat merah. Target ambisius pun dipatok untuk menutup atau melebur ratusan perusahaan negara yang dinilai tidak efisien hingga akhir tahun pada Kamis (22/10/2026).
"Kita bertekad sekarang untuk efisiensi dari 1.000 BUMN, 1.074, kita sudah konsolidasi, sudah tutup, sudah streamlining, kita sudah kurang lebih 364 sampai tadi malam. Sampai Desember yang akan datang sasaran kita 700 akan kita tutup," ujar Presiden Prabowo Subianto dalam acara Rakornas TPAKD di Jakarta Utara.
Meskipun langkah restrukturisasi ini memerlukan proses yang panjang serta kerja keras secara bertahap, pemerintah memastikan pembenahan tata kelola BUMN akan terus digenjot tanpa jalan pintas yang instan.
"Pengalihan ini, perbaikan ini tidak bisa seketika. Kita tidak punya tongkat ajaib, kita tidak punya tongkat nabi Musa atau nabi Sulaiman. Tapi kita sudah buktikan dalam dua tahun kita bekerja, sudah kita buktikan BUMN-BUMN yang rugi terus kita tutup," jelasnya.
Baca Juga : Suroso Isnandar Gantikan Darmawan Prasodjo sebagai Dirut PLN
Selain merestrukturisasi perusahaan yang merugi, pemerintah juga tidak segan-segan menjatuhkan sanksi tegas hingga penutupan total bagi perusahaan yang terbukti melakukan praktik kecurangan maupun manipulasi data keuangan.
"Yang tidak efisien, yang merugi, yang selama ini buat laporan keuangan palsu, kita tutup. Konsentrasi kepada BUMN yang menghasilkan untuk rakyat," pungkas Prabowo.
Editor : Iwan Iwe























