SITUBONDO - Warga Dusun Pariopo, Desa Bantal, Kecamatan Asembagus, Situbondo, bergotong royong menggelar ritual Pojhian Hodo. Ritual diawali dengan menyusuri tiga lokasi yang dianggap sakral, yakni Gunung Sanuri atau Masali, sumber mata air Secap-Cap, dan Batu Tomang.
Di setiap lokasi, tokoh adat dan warga memanjatkan doa serta melantunkan syair Hodo dengan iringan musik tradisional untuk memohon hujan, kesuburan, dan keselamatan.
Tradisi ini telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia sejak 2019. Namun, keberlangsungan tradisi turun-temurun ini masih bertumpu pada swadaya dan gotong royong masyarakat.
Bagi masyarakat Pariopo, Pojhian Hodo bukan sekadar ritual memohon hujan, melainkan warisan leluhur yang menjaga identitas dan kebersamaan warga.
Di tengah keterbatasan dukungan anggaran, gotong royong menjadi kunci agar tradisi yang telah diakui secara nasional ini tetap hidup dan dapat diwariskan kepada generasi mendatang.
Editor : JTV Jember























