BLITAR - Jenazah Imam Muslimin atau yang dikenal sebagai Yai Mim akhirnya dimakamkan di tanah kelahirannya, Blitar, Senin (13/4) malam. Mantan dosen UIN Malang itu meninggal dunia di usia 60 tahun saat hendak menjalani pemeriksaan di Mapolresta Malang, Senin siang.
Jenazah tiba di rumah duka di Desa Slemanan, Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar sekitar pukul 20.30 WIB. Kedatangannya disambut keluarga dan warga yang telah menunggu sejak sore.
Setibanya di rumah duka, jenazah langsung dimandikan dan disalatkan. Tak berselang lama, sekitar pukul 22.00 WIB, prosesi pemakaman dilakukan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Udanawu, Blitar.
Kepastian lokasi pemakaman ini ternyata merupakan wasiat almarhum semasa hidup. Ia berpesan agar dimakamkan di kampung halaman, berdampingan dengan makam kedua orang tuanya.
“Beliau memang pernah berpesan ingin dimakamkan di sini, satu kompleks dengan orang tuanya,” ujar Fatimatuz Zahro.
Keluarga menyebut, selama ini Yai Mim masih rutin pulang ke Blitar untuk bersilaturahmi dengan kerabat. Sosoknya dikenal sebagai pribadi yang penyayang dan memiliki kepedulian tinggi terhadap keluarga.
Kepergian Yai Mim meninggalkan duka mendalam, tak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi kerabat dan masyarakat yang mengenalnya. (Qithfirul Aziz)
Editor : JTV Kediri


















