PACITAN - Pertunjukan seni kolosal Thethek Melek sukses memukau penonton di Dusun Nitikan, Desa Sukoharjo, Kabupaten Pacitan. Mengusung kekayaan tradisi lokal, pertunjukan ini menghadirkan perpaduan seni, budaya, dan pesan ekologis yang sarat makna.
Suasana sore itu terasa berbeda ketika sosok pagebluk digambarkan muncul dari kawasan hutan desa setempat. Di bawah satu komando, ratusan warga serentak memukul bambu yang telah disiapkan. Suara pukulan menggema di tengah hamparan persawahan, mengiringi adegan pengusiran pagebluk yang menjadi bagian utama pertunjukan Thethek Melek.
Atraksi tersebut melibatkan lebih dari 500 peserta dan menjadi bagian dari pertunjukan seni Eco-Dramaturgi Entas-Entas. Kegiatan ini merupakan kolaborasi seni dan budaya yang mempertemukan dua kearifan lokal agraris dengan nilai-nilai ekologis dan sosial di dalamnya.
Melalui pertunjukan ini, tradisi tidak sekadar ditampilkan sebagai tontonan, tetapi juga menjadi medium untuk menyampaikan pesan tentang hubungan manusia dengan alam, kehidupan masyarakat pedesaan, serta pentingnya menjaga warisan budaya leluhur.
Baca Juga : Tak Sekadar Permodalan, PNM Hadir Bantu Warga Pacitan Hadapi Kekeringan
Rangkaian kegiatan diawali dengan ritual Ngumbah Gerobag di Kali Bendung Sidoluhur. Prosesi kemudian dilanjutkan dengan arak-arakan menuju lokasi pertunjukan, aksi kolosal Thethek Melek, hingga ditutup dengan ritual Entas-Entas.
Perpaduan ritual, arak-arakan, dan pertunjukan kolosal tersebut menghadirkan pengalaman budaya yang melibatkan partisipasi masyarakat secara luas.
Melalui Eco-Dramaturgi Entas-Entas, kearifan lokal masyarakat agraris diharapkan tetap hidup dan dikenal oleh generasi berikutnya. Lebih dari sekadar pertunjukan seni, kegiatan ini menjadi ruang untuk merawat tradisi sekaligus merefleksikan keterkaitan antara manusia, lingkungan, dan kehidupan sosial. (Edwin Adji)
Editor : JTV Pacitan























