SURABAYA - Dalam upaya membentengi generasi muda dari pengikisan budaya di era digital, Sayang School menggelar peringatan Hari Kartini 2026 dengan pendekatan yang edukatif dan kolaboratif. Acara yang berlangsung di lingkungan sekolah ini tidak hanya menjadi ajang seremonial, tetapi juga sarana penanaman karakter dan kecintaan terhadap kekayaan budaya nusantara.
Revitalisasi Budaya di Lingkungan Sekolah
Tema besar yang diusung tahun ini adalah pengenalan keragaman budaya Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Seluruh siswa tampil percaya diri mengenakan busana adat dari berbagai pulau besar di Indonesia, menciptakan suasana sekolah yang penuh warna dan nilai sejarah.
Kepala Sekolah Sayang School, Miss Eka, menjelaskan bahwa pemilihan konsep ini didasari atas keprihatinan terhadap minimnya pengetahuan generasi muda akan identitas budayanya sendiri.
Baca Juga : Peringati Hari Kartini, BRI Dorong Perempuan Berdaya lewat “Srikandi Pertiwi”
"Banyak anak zaman sekarang yang lebih akrab dengan tren global namun mulai asing dengan tarian dan budaya daerahnya sendiri. Melalui momentum Kartini, kami ingin mereka kembali menoleh ke akar jati diri bangsa," jelas Miss Eka kepada portaljtv.com.
Sinergi Strategis Sekolah dan Orang Tua
Peringatan tahun ini juga mencatatkan tonggak baru melalui kolaborasi perdana yang intensif antara pihak sekolah dengan wali murid. Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, para orang tua murid turut terlibat aktif sejak tahap persiapan, mulai dari penataan dekorasi panggung hingga dukungan teknis selama acara berlangsung.
Baca Juga : Kartinian with Gajah Sumatera Diah, Cara Unik Batu Secret Zoo Edukasi Konservasi Satwa
"Respon dan antusiasme orang tua sangat luar biasa. Sinergi ini merupakan bentuk kemitraan yang positif untuk mendukung ekosistem belajar yang lebih baik bagi siswa. Kami berharap semangat gotong royong ini terus berlanjut dalam kegiatan-kegiatan sekolah di masa mendatang," tambah Miss Eka.

Output: Kemandirian dan Kreativitas Siswa
Baca Juga : Mengenang Sosok Kartini, Rektor hingga Mahasiswa Gelar Fashion Show di Bundaran ITS
Lebih jauh, Miss Eka menekankan bahwa esensi dari peringatan ini adalah transformasi karakter siswa. Sosok Raden Ajeng Kartini dihadirkan sebagai role model dalam hal kemandirian dan semangat juang dalam menuntut ilmu.
Pihak sekolah berharap, pasca-kegiatan ini, siswa tidak hanya membawa pulang kenangan tentang baju adat, tetapi juga membawa perubahan sikap.
"Output utama yang kami sasar adalah lahirnya pribadi yang lebih mandiri, kreatif, dan memiliki etos belajar yang tinggi. Kami ingin siswa Sayang School memiliki kecerdasan global namun tetap berkarakter lokal," pungkasnya. (M. Fasichullisan)
Baca Juga : Kartini Bersepeda, Mbak Wali Ajak Jaga Lingkungan di Peringatan Hari Bumi
Editor : M Fakhrurrozi

















