SURABAYA - Dalam program “Spesial Event Peringatan Nuzulul Qur’an 1447H/2026 bersama DPD PDI Perjuangan Jawa Timur” yang tayang di JTV pada Sabtu (07/03/26). Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan Jawa Timur menggelar peringatan Nuzulul Qur’an 1447 Hijriah di bulan suci Ramadhan 2026. Kegiatan ini berlangsung di kantor DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Jalan Kendangsari Industri, Surabaya.
Acara tersebut dihadiri langsung Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, MH Said Abdullah, Wakil Ketua Bidang Keagamaan dan Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa KH Abdul Wahab Yahya, serta menghadirkan tausiah dari Gus Fahmi pengasuh Pondok Pesantren Tebu Ireng Jombang.
Dalam kegiatan tersebut, DPD PDI Perjuangan Jawa Timur juga memberikan santunan kepada sekitar 500 anak yatim, 50 janda, serta sejumlah kaum duafa dari berbagai daerah di Jawa Timur. Santunan ini merupakan tradisi yang rutin dilakukan setiap tahun sebagai bentuk kepedulian sosial kepada masyarakat.
Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, MH Said Abdullah, menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya sekadar peringatan Nuzulul Qur’an, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat kepedulian sosial terhadap masyarakat, khususnya anak yatim dan kaum duafa.
Baca Juga : Pererat Sinergi, Wisma Jerman Surabaya Buka Peluang Karier dan Studi bagi Generasi Muda Jatim
Menurutnya, kehadiran anak yatim dalam kegiatan tersebut justru menjadi sumber keberkahan bagi semua pihak yang terlibat. “Kami tidak merasa memberikan berkah kepada anak-anak yatim, justru kami berharap mendapatkan berkah dari mereka. Doa anak yatim dan para janda insyaallah diijabah oleh Allah,” ujar Said Abdullah.
Selain peringatan Nuzulul Qur’an, selama bulan Ramadhan kantor DPD PDI Perjuangan Jawa Timur juga menggelar berbagai kegiatan keagamaan, seperti tadarus Al-Qur’an, kultum, serta pembagian takjil kepada masyarakat sekitar. Setiap hari, ratusan paket takjil dibagikan kepada warga di Kota Surabaya.
Dalam tausiahnya, KH Fahmi Amrullah mengingatkan pentingnya menjaga hati dan lisan selama menjalankan ibadah puasa. Ia menegaskan bahwa puasa tidak hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menahan diri dari ucapan yang dapat menyakiti orang lain. “Puasa bukan hanya menahan apa yang masuk ke mulut kita, tetapi juga menjaga apa yang keluar dari mulut kita. Karena ucapan yang buruk dapat menghilangkan pahala puasa,” jelasnya.
Baca Juga : KH Imam Chambali: Ujian Hidup Bukan Hanya Saat Susah, Justru Seringkali Saat Senang
Ia juga menekankan bahwa ketakwaan tidak hanya diukur dari ibadah pribadi seperti salat dan puasa, tetapi juga dari kepedulian sosial terhadap sesama, termasuk menyantuni anak yatim dan membantu fakir miskin.
Melalui kegiatan ini, DPD PDI Perjuangan Jawa Timur berharap nilai-nilai kebersamaan, kepedulian sosial, dan semangat kebangsaan dapat terus terjaga, sekaligus mempererat hubungan antara partai dan masyarakat, khususnya wong cilik.
Acara peringatan Nuzulul Qur’an tersebut kemudian ditutup dengan penyerahan santunan secara simbolis kepada anak-anak yatim serta doa bersama menjelang waktu berbuka puasa. (Amellia Ciello)
Baca Juga : Peringati Nuzulul Qur’an 1447 H, DPD PDI Perjuangan Jatim Santuni Ratusan Anak Yatim
Editor : Iwan Iwe



















