JEMBER - Aksi ini dilaksanakan pada Rabu pagi, bertepatan dengan Hari Bumi.
Suasana TPA Pakusari yang dipenuhi tumpukan sampah tidak menyurutkan semangat para mahasiswa. Dengan perlengkapan sederhana, mereka mengais limbah organik untuk diolah menjadi kompos.
Selain sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat.
Koordinator kegiatan, Muhammad Rasya Firdaus, menyampaikan bahwa sampah organik masih memiliki nilai guna jika dikelola dengan baik. Menurutnya, kesadaran ini perlu ditumbuhkan sejak dini.
Hasil kompos yang dikumpulkan selanjutnya akan dimanfaatkan sebagai media tanam. Langkah ini menjadi bukti bahwa limbah dapat diubah menjadi sesuatu yang produktif.
Berdasarkan data lapangan, sebagian besar sampah di TPA Pakusari didominasi limbah organik. Namun, pemanfaatannya masih belum optimal. Setiap hari, ratusan ton sampah masuk ke lokasi ini.
Pihak pengelola TPA menyambut baik inisiatif tersebut. Petugas TPA Pakusari, Totok M. Sholeh, menilai kegiatan ini dapat menjadi contoh positif dalam pengelolaan sampah.
Menurutnya, potensi sampah organik sebagai pupuk sangat besar. Namun, diperlukan kesadaran dan keterlibatan banyak pihak agar pengelolaannya lebih maksimal.
Melalui aksi ini, mahasiswa berharap masyarakat mulai melihat sampah dari sudut pandang berbeda, bahwa sampah bukan hanya masalah, melainkan sumber daya yang dapat dimanfaatkan.
Editor : JTV Jember



















