SURABAYA - Wisma Jerman Surabaya kembali mempererat hubungan strategis dengan awak media melalui kegiatan tahunan "Media Gathering" yang berlangsung di Ruang Halle, Jalan Taman AIS Nasution No. 15, Surabaya, Rabu (11/03/26). Acara ini menjadi momentum penting untuk memaparkan wajah baru Jerman serta membuka wawasan mengenai beragam peluang emas bagi generasi muda di Jawa Timur.
Direktur Wisma Jerman, Mike Neuber, mengungkapkan bahwa tingginya antusiasme media menjadi alasan utama kegiatan ini rutin diselenggarakan. "Tahun ini responsnya luar biasa. Tugas kami adalah menyampaikan gambaran kehidupan di Jerman yang terkini dan faktual kepada masyarakat melalui rekan-rekan media," ujar Mike.
Sebagai mitra resmi Goethe-Institut, Wisma Jerman memosisikan diri sebagai jembatan utama dalam pertukaran bahasa, budaya, dan ekonomi di Surabaya. Dalam sesi paparan, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bagian Bahasa Wisma Jerman Surabaya, Feri Kuswanto, merinci berbagai layanan unggulan tahun 2026.
"Kami menyediakan skema kursus yang fleksibel, mulai dari kelas super-intensif hingga kelas khusus akhir pekan bagi remaja. Kami juga memfasilitasi ujian resmi seperti Goethe-Zertifikat, TestDaF, dan TestAS sebagai syarat mutlak untuk studi maupun berkarier di Jerman," jelas Feri. Selain bahasa, pihaknya melalui Infopoint Deutsch memberikan pendampingan komprehensif bagi calon migran, mulai dari konsultasi beasiswa, universitas, hingga program kerja seperti Au-pair dan FSJ/BFD.
Baca Juga : Bawaslu RI Ajak Wartawan di Jatim Ikut Awasi Pilkada Serentak 2024
Kabar gembira datang dari Ami, penanggung jawab Perpustakaan dan Proyek AMIF, yang membocorkan peluang kerja bertajuk Kontingent-Erwerbstätigkeit yang akan dibuka mulai April mendatang. "Jerman membutuhkan sekitar 25.000 tenaga kerja per tahun dari negara berkembang. Terdapat sektor pekerjaan tanpa Ausbildung (pendidikan profesi), seperti di bidang pertanian dan peternakan musiman," jelasnya.
Tidak hanya fokus pada karier, Wisma Jerman juga memperkuat sisi kebudayaan. Dana Lipungkas, penanggung jawab program budaya, menjanjikan berbagai agenda seru bagi pecinta seni. "Tahun ini kami akan menggelar banyak pemutaran film (movie screening). Fokus kami tetap pada film, musik, dan seni sebagai sarana efektif untuk mengenalkan budaya Jerman secara lebih dekat," ungkap Dana.
Dalam acara tersebut, Mike Neuber juga menyoroti keberhasilan proyek akulturasi yang melibatkan komunitas Rajapatni. Salah satu wujud nyatanya adalah penggunaan aksara Jawa untuk penamaan beberapa ruangan di kantor Wisma Jerman. "Kami sangat terbuka untuk kolaborasi serupa yang mengangkat unsur budaya lokal ke depannya," tambah Mike.
Baca Juga : Jadi Partner Bawaslu, Media Diajak Ikut Awasi Pilkada Serentak di Jatim
Menutup arahannya, Mike menekankan pentingnya persiapan matang sebelum memutuskan berangkat ke Jerman, terutama dalam penguasaan bahasa. "Jerman sangat terbuka dan ramah bagi pemuda Indonesia. Banyak program, seperti Ausbildung, yang memungkinkan Anda belajar sekaligus menghasilkan uang. Kami di sini hadir untuk membantu Anda melihat realita sebelum benar-benar melangkah ke sana," pungkasnya. Acara kemudian ditutup dengan ramah tamah dan buka puasa bersama dengan hidangan khas Jerman. (Yona Salma)
Editor : Iwan Iwe



















