TRENGGALEK - Usai berbuka puasa, warga Trenggalek ramai-ramai memburu durian. Buah beraroma tajam ini menjadi favorit untuk santap malam Ramadan bersama keluarga. Lonjakan pembeli membawa berkah bagi pedagang durian musiman yang mulai ramai menjajakan dagangannya.
Di Kelurahan Ngantru, Kabupaten Trenggalek, lapak durian tampak padat pengunjung. Sejak sore, pedagang sudah menata puluhan durian siap dibeli. Naratri Hamzah, salah satu pedagang, mengaku penjualan meningkat signifikan selama bulan Ramadan. “Malam hari, setelah buka, pembeli silih berganti datang untuk menikmati durian segar,” kata Naratri.
Sebelum puasa, Naratri biasa berjualan keliling. Namun selama Ramadan, ia memilih mangkal karena permintaan durian cukup tinggi. Di lapaknya, berbagai jenis durian dijual, mulai durian montong, bawor, hingga durian lokal Trenggalek.
Menurut Naratri, durian lokal paling dicari pembeli. Selain harganya lebih terjangkau, rasa durian lokal tetap manis dan legit. Harga durian di lapaknya berkisar Rp 50.000 hingga Rp 150.000 per buah. Pedagang melayani pembeli mulai pukul 11 siang hingga menjelang tengah malam.
Baca Juga : Masuk Lewat Atap, Maling Gondol Rp 12 Juta Dari Alfamart Pogalan Trenggalek
Vendi, salah satu pembeli, sengaja datang setelah buka puasa. “Trenggalek terkenal sebagai penghasil durian, jadi saat musim panen harganya terjangkau tapi kualitas tetap terjaga,” ujarnya. Vendi menambahkan, menikmati durian malam hari menjadi cara sederhana bersantai bersama keluarga selama Ramadan. (Simon Bagus & Mochammad Herlambang)
Editor : JTV Kediri


















