TULUNGAGUNG - Pengurus Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Tulungagung masa bakti 2026–2031 resmi dilantik di Kantor PMI Tulungagung. Kepengurusan baru langsung menyiapkan empat program prioritas, salah satunya memperkuat organisasi PMI di lingkungan sekolah.
Pelantikan dewan kehormatan dan pengurus PMI Tulungagung tersebut dilakukan oleh Ketua PMI Jawa Timur, serta dihadiri Plt Bupati Tulungagung, unsur pemerintah daerah, dan berbagai organisasi kemasyarakatan.
PMI Tulungagung periode 2026–2031 dipimpin oleh Tri Hariadi yang juga menjabat sebagai Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Tulungagung.
Dalam waktu dekat, kepengurusan baru akan fokus pada empat program utama. Yakni memperkuat sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan, mempercepat respons pelayanan kepada masyarakat, meningkatkan kapasitas sumber daya manusia relawan PMI, serta memperkuat keberadaan PMI di tingkat sekolah.
Baca Juga : Sulitnya Lowongan Kerja Dalam Negeri, Ribuan Warga Ponorogo Pilih Jadi PMI
Ketua PMI Tulungagung, Tri Hariadi, mengatakan penguatan organisasi hingga tingkat sekolah menjadi langkah penting untuk menanamkan nilai-nilai kemanusiaan dan semangat kerelawanan sejak dini.
“PMI harus semakin dekat dengan masyarakat dan mampu memberikan pelayanan yang cepat serta profesional,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua PMI Jawa Timur, Imam Utomo, mengapresiasi program prioritas yang telah disusun pengurus baru PMI Tulungagung.
Menurutnya, penguatan organisasi PMI di sekolah akan menjadi investasi penting untuk mencetak generasi muda yang memiliki kepedulian sosial dan jiwa kemanusiaan yang tinggi.
Di sisi lain, Plt Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin, berharap PMI dapat terus bersinergi dengan pemerintah daerah dalam memberikan pelayanan sosial kepada masyarakat.
Ia menilai peran PMI sangat penting, terutama dalam penanganan kebencanaan serta penyediaan stok darah yang menjadi kebutuhan vital bagi masyarakat.
Dengan kepengurusan baru ini, PMI Tulungagung diharapkan semakin hadir di tengah masyarakat melalui pelayanan yang cepat, tanggap, dan adaptif terhadap berbagai kebutuhan kemanusiaan. (Agus Bondan-Beny Setiawan)
Editor : JTV Kediri



















