MADIUN - Pemerintah Kota Madiun melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian menguji coba metode pertanian modern Advanced Agricultural System (AAS) pada lahan percontohan seluas satu hektare di Kecamatan Manguharjo, Jumat (23/10/2026). Metode ini diharapkan mampu menekan biaya tanam sekaligus meningkatkan produktivitas padi di tengah keterbatasan lahan pertanian perkotaan.
Metode AAS menggunakan sistem tanam benih langsung atau tabela sehingga petani tidak perlu melakukan proses persemaian dan pemindahan bibit. Penanaman dilakukan menggunakan alat penabur benih drum seeder yang dikombinasikan dengan pola tanam jajar legowo untuk mengoptimalkan populasi tanaman.
Penerapan metode tersebut diproyeksikan mampu meningkatkan populasi tanaman hingga 30–40 persen per hektare. Dari sisi biaya, pengeluaran untuk jasa tanam ditargetkan dapat ditekan menjadi sekitar Rp600 ribu per hektare. Sementara itu, produktivitas panen diharapkan meningkat 2–3 ton per hektare dibandingkan rata-rata produksi saat ini.
Kepala Bidang Pertanian Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Madiun, Wahyu Niken Febrianti, menjelaskan bahwa uji coba ini menjadi salah satu upaya untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan pertanian melalui penerapan teknologi dan metode tanam yang lebih efisien.
Meski menawarkan sejumlah potensi, penerapan AAS masih menghadapi tantangan, di antaranya risiko benih dimakan burung serta kerentanan tanaman terhadap penyakit dan angin. Karena itu, hasil uji coba diperlukan untuk mengevaluasi efektivitas metode tersebut sebelum diterapkan secara lebih luas.
Melalui uji coba ini, Pemkot Madiun berharap produktivitas lahan pertanian seluas 859,27 hektare dapat dioptimalkan. Penerapan metode pertanian modern juga diharapkan dapat menarik minat generasi muda untuk terjun ke sektor pertanian dan mendukung keberlanjutan produksi pangan di wilayah perkotaan.
Editor : JTV Madiun























