SURABAYA - SURABAYA – Tingginya kebutuhan masyarakat terhadap informasi dan layanan fertilitas tercermin dari antusiasme 2.916 pasangan yang mendaftar dalam Hope Festival 2026 yang digelar ASHA IVF Indonesia di Grand Ballroom Vasa Hotel, Surabaya, Minggu (18/10/2026).
Dari ribuan pendaftar tersebut, sebanyak 400 pasangan terpilih mengikuti festival edukasi fertilitas yang menjadi bagian dari perayaan ulang tahun keempat ASHA IVF Indonesia. Acara ini menghadirkan edukasi bersama dokter spesialis, konsultasi langsung, zona interaktif, hingga kesempatan memperoleh program bayi tabung atau in vitro fertilization (IVF) dan inseminasi gratis.
Tingginya jumlah pendaftar menunjukkan bahwa kebutuhan pasangan terhadap informasi medis yang tepat, akses konsultasi, dan pendampingan dalam menjalani program hamil masih besar.
Managing Director ASHA IVF Indonesia, drg. Adittya Kardiat, MARS, mengatakan Hope Festival dirancang untuk memberikan ruang bagi pasangan agar dapat memahami kondisi fertilitas dan menentukan langkah selanjutnya berdasarkan informasi medis yang benar.
“Di balik angka 2.916 pendaftar, ada ribuan cerita, perjuangan, dan harapan. Melalui Hope Festival, kami ingin pasangan merasa bahwa mereka tidak berjalan sendirian. Mereka berhak memperoleh edukasi, kesempatan untuk bertanya, dan pendampingan dalam menentukan langkah yang paling sesuai,” ujar Adittya.

Edukasi Fertilitas hingga Konsultasi dengan Dokter Spesialis
Hope Festival 2026 merupakan puncak dari gerakan 400 Couples Movement: One Step Forward, One Family Closer. Gerakan ini mengajak pasangan untuk mulai memahami kondisi reproduksi mereka dan mengambil langkah berdasarkan rekomendasi medis.
Dalam acara tersebut, peserta mendapatkan edukasi mengenai berbagai persoalan yang dapat memengaruhi keberhasilan program hamil. Topik yang dibahas mencakup faktor infertilitas yang kerap terlewat, endometriosis, peran kesehatan reproduksi pria dalam keberhasilan IVF, hingga strategi memulai kembali program hamil setelah mengalami kegagalan.
Sejumlah dokter spesialis turut hadir sebagai pembicara, di antaranya dr. Uning Marlina, MHSM., SpOG; dr. Andra Kusuma P., SpOG., Subsp. FER; dr. Dyan Pramesti, Sp.And-KFER; serta dr. M.Y.A. Widyanugraha, SpOG., Subsp. FER.
Peserta juga dapat mengikuti sesi Meet The Expert untuk berbincang langsung dengan dokter, sekaligus mengunjungi berbagai zona edukasi yang disiapkan penyelenggara.
Zona tersebut meliputi Fertility Journey untuk mengenal pilihan program kehamilan, Hope Experience yang menghadirkan aktivitas bersama pasangan, Men’s Fertility Corner untuk edukasi kesehatan reproduksi pria, serta Hope Next Step yang memberikan informasi mengenai pilihan layanan dan program sesuai kondisi pasangan.
Pendiri sekaligus Dokter Penanggung Jawab ASHA IVF Indonesia, Dr. dr. Amang Surya Priyanto, SpOG., F-MAS, menegaskan bahwa penanganan fertilitas harus disesuaikan dengan kondisi setiap pasangan.
“Setiap pasangan memiliki kondisi dan perjalanan yang berbeda, sehingga langkah penanganannya tidak bisa disamakan. Program hamil tidak selalu berarti bayi tabung; bisa dimulai dari terapi alami, inseminasi, atau IVF sesuai hasil pemeriksaan,” kata Amang.
Ia berharap kegiatan ini membantu pasangan memperoleh pemahaman yang lebih baik sebelum menentukan pilihan penanganan.
“Kami berharap Hope Festival membantu pasangan memulai perjalanan mereka dengan informasi yang benar, pemeriksaan yang sesuai, dan dukungan tenaga medis,” lanjutnya.
Satu Program IVF dan Tiga Program Inseminasi Gratis
Salah satu agenda yang menjadi perhatian dalam Hope Festival 2026 adalah Grand Hope Draw. Melalui program ini, satu pasangan berkesempatan memperoleh program IVF gratis, sedangkan tiga pasangan lainnya berkesempatan mendapatkan program inseminasi gratis.
Meski demikian, penerima program gratis tetap harus menjalani pemeriksaan dan evaluasi medis oleh tim dokter ASHA IVF sebelum program dimulai. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan pilihan penanganan sesuai dengan kondisi kesehatan dan kebutuhan masing-masing pasangan.
ASHA IVF juga menyatakan bahwa identitas penerima program hanya akan dipublikasikan atas persetujuan pihak yang bersangkutan.
Selain kesempatan mendapatkan program gratis, pasangan dapat memperoleh informasi mengenai pemeriksaan awal fertilitas, termasuk konsultasi dokter, ultrasonografi (USG) transvaginal, dan analisis sperma.
Dalam rangka ulang tahun keempatnya, ASHA IVF turut menyediakan paket Basic Fertility Screening yang mencakup ketiga pemeriksaan tersebut.
Pemeriksaan Kesuburan Bukan Hanya Tanggung Jawab Perempuan
Hope Festival turut mengangkat pentingnya evaluasi fertilitas bagi suami dan istri. Pemeriksaan kesuburan tidak semestinya hanya berfokus pada perempuan karena faktor reproduksi pria juga dapat berpengaruh terhadap peluang kehamilan.
Melalui sesi edukasi khusus dan Men’s Fertility Corner yang didukung MACHOS, peserta diajak memahami bahwa pemeriksaan kedua pihak dapat memberikan gambaran yang lebih menyeluruh mengenai kondisi fertilitas pasangan.
Pendekatan ini juga membantu pasangan berdiskusi dengan dokter mengenai pemeriksaan lanjutan dan pilihan program kehamilan yang sesuai, mulai dari pendekatan alami, inseminasi intrauterin (IUI), hingga bayi tabung atau IVF.
Sebelumnya, pada Mei 2026, ASHA IVF Indonesia telah menyelenggarakan skrining fertilitas gratis bagi 170 pasangan di tiga pusat layanannya di Surabaya. Kuota tersebut diperebutkan oleh lebih dari 400 pasangan yang mendaftar.
Antusiasme pada kegiatan sebelumnya dan Hope Festival menjadi gambaran tingginya kebutuhan masyarakat terhadap akses informasi serta pemeriksaan fertilitas.
Perluas Akses Layanan Fertilitas di Indonesia
ASHA IVF Indonesia merupakan jaringan layanan fertilitas yang berkantor pusat di Surabaya, Jawa Timur, dan berdiri sejak 2022. Layanannya mencakup pemeriksaan kesuburan, program hamil alami, inseminasi, bayi tabung, serta teknologi reproduksi berbantu, termasuk evaluasi fertilitas pria.
Saat ini, ASHA mengoperasikan tiga pusat IVF di Surabaya, yakni ASHA IVF PHC di RS PHC Surabaya, ASHA IVF Jaladri di RSPAL Dr. Ramelan, dan ASHA IVF Waron di Waron Hospital yang mulai melayani pasien pada Oktober 2026.
Melalui Hope Festival yang mengusung tema ulang tahun keempat “4WARD to More Hope”, ASHA IVF ingin mendorong pasangan agar tidak menunda mencari informasi dan bantuan medis ketika menghadapi tantangan dalam memperoleh keturunan.
Editor : Guntur Nara























