BLITAR - Aksi protes warga Desa Bakung, Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar dengan menanam pohon pisang di jalan rusak akhirnya mendapat respons dari pemerintah desa. Protes yang terjadi pada Minggu malam (19/4) itu memicu pertemuan antara perangkat desa dan tokoh masyarakat setempat.
Pertemuan tersebut dihadiri Kepala Desa Bakung, Camat Udanawu, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), ketua RT, tokoh pemuda, hingga unsur TNI-Polri. Forum berlangsung cukup alot karena warga mendesak adanya perbaikan segera terhadap jalan yang rusak parah.
Namun, pihak pemerintah desa menyampaikan keterbatasan anggaran sebagai kendala utama. Desa mengaku belum mampu melakukan perbaikan secara mandiri dan hanya bisa mengajukan permohonan kepada bupati agar pembiayaan ditanggung pemerintah daerah.
Camat Udanawu, Endro Riyadi, dalam pertemuan itu menegaskan bahwa pihaknya akan mengawal usulan tersebut agar segera mendapat perhatian dari pemerintah kabupaten.
Baca Juga : Jalan Rusak Dibiarkan Dua Tahun, Warga Bakung Blitar “Hadiahkan” Pohon Pisang di Tengah Aspal
Meski sempat memanas, pertemuan akhirnya menghasilkan kesepakatan. Perbaikan jalan akan menunggu hasil pengajuan ke bupati, sembari berharap ada percepatan realisasi.
Tokoh pemuda setempat, Johani Saputra, berharap pemerintah daerah segera merespons keluhan warga. Menurutnya, kondisi jalan yang rusak telah menghambat aktivitas ekonomi masyarakat.
“Harapannya segera diperbaiki, supaya mobilitas warga lancar dan tidak mengganggu perekonomian,” ujarnya.
Baca Juga : Rawan Kecelakaan, Dinas PUPR Janjikan Penanganan Cepat Jalur Panekan–Kendal
Diketahui, terdapat sedikitnya tujuh titik jalan rusak di beberapa RT di Desa Bakung. Kondisinya berlubang dan aspal mengelupas. Kerusakan ini bahkan sudah berlangsung lebih dari dua tahun tanpa perbaikan berarti. (Moch. Asrofi)
Editor : JTV Kediri


















