KEDIRI - Pembiayaan keuangan syariah diwilayah kerja Kantor OJK Kediri yang meliputi eks karisidenan Kediri dan eks karisidenan Madiun, mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Hal ini sesuai pemaparan tiga pembicara dari lembaga keuangan syariah yang hadir pada kegiatan Financial Journalist Class Sesi 2, yang digelar OJK Kediri dan FKIJK Komisariat Kediri dan Madiun.
Dari pemaparan 3 narasumber, seperti yang disampaikan Area Manager BSI Kediri Angga Wahyuda Prawiroso mengatakan pertumbuhan NoA baru 15,03 persen, dana haji 16,73 persen dan pertumbuhan signifikan di tabungan emas yang mencapai lebih dari 1000 persen.
Sedangkan menurut Regional Manager PT Adira Multi Finance Tbk Area Jatim, Ahmad Syauqi mengatakan di wilayah Jatim kinerja positif pada segmen syariah terjadi sepanjang tahun 2025 kemarin. Pembiyaan syariah diangka 9,8 triliun atau 23 persen dari total pembiayaan.
Sementara Direktur Utama PT BPRS Tunas Artha Jaya Abadi, Triyas Nurzain mengatakan pembiayaan syariah mencaapi 56 miliar pertahun, 27 miliar diantaranya adalah pembiayaan modal kerja.
Ismirani Saputri, Kepala OJK Kediri mengatakan diwilayah OJK Kediri sendiri terdapat 8 bank umum syariah dari 65 bank umum. Sedangkan pada kelompok BPR ada 9 BPR Syariah dari total 62 lembaga BPR. Untuk lembaga keuangan mikro terdapat 4 LKM Syariah dari total 17 LKM.
Selain membahas perkembangan industri jasa keuangan syariah, kegiatan juga memberikan pemahaman mengenai hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026 kategori syariah serta karakteristik dan produk jasa keuangan syariah.
"Kegiatan yang membahas perkembangan industri jasa keuangan syariah, khususnya perbankan syariah, BPRS, dan perusahaan pembiayaan syariah dan diikuti jurnalis dari berbagai media di wilayah Kediri dan Madiun Raya," jelas Ismirani.
Pemahaman itu diharapkan dapat menjadi bekal bagi insan pers dalam menyampaikan informasi mengenai keuangan syariah secara edukatif dan berimbang kepada masyarakat. (Beny Kurniawan)
Editor : JTV Kediri

















